Minggu, 19 Februari 2012
Kamis, 02 Februari 2012
Tittle : Love and
Rain
Cast :
-Park Hyun Soo
-Lee Hyuk Jae (Eunhyuk)
-Park Jung Soo (Leeteuk)
-Cho Kyuhyun
Genre : Romance,
Sad.
Annyong!!!!! Saya
kembali lagi dengan FF saya, kekeke. Padahal udah nyoba endingnya dibikin sad
ending, tapi susah cuy ! Saya kan maunya akhir bahagia *plak*
Ceritanya si Hyun
Soo itu adiknya Leeteuk oppa, ya walaupun kaga mirip, kekeke. Oh ya si Hyun Soo
mukanya 11 12 sama Kim So Eun, wkwkwkwk. Cantik pastinya, yasudahlah gak usah
banyak omong authornya.
Happy Reading :)
EUNHYUK POV
“Kau suka hujan,
oppa?” tanya yeojha yang duduk disebelahku. Senyumannya mengembang. Membuatku
gugup seketika.
“Tidak juga. Kau
sendiri?” aku menoleh menatap matanya yang indah. Dia mengangguk pelan.
“Ne, aku sangat
menyukai hujan.” pandangannya beralih menatap hujan yang sedang derasnya turun.
“Hyung, apa kau
tidak syuting hari ini?.” tanya Leeteuk hyung, aku menggeleng. Dia terkesan
seperti mengusirku.
“ani, aku kan
sengaja kesini untuk bertemu Hyun soo.” ucapku jahil, yeojha yang sedari duduk
disebelahku tertawa kecil. Tawa yang sangat menggemaskan.
“yak ! oppa,
kenapa kau malah mengusir Hyuk Jae oppa?” Hyun Soo menarik-narik lengan
kakaknya, ngambek seperti anak berusia 5 tahun, dia manis sekali.
“tidak, oppa
hanya tidak mau dia bolos syuting gara-gara bertemu denganmu.” Teuk hyung
membelai lembut rambut Hyun Soo. Membuatku sedikit iri, kenapa dia sangat
beruntung, memiliki adik yang sangat manis seperti Hyun Soo.
“yasudah hyung,
aku pulang dulu aku ada janji dengan Donghae hyung.” aku berdiri dari dudukku.
Mengambil jaketku.
Hujan itu masih
deras diluar sana. Aku tidak tau kenapa Hyun Soo sangat menyukai hujan,
menurutku hujan menyebalkan, membuat basah, bahkan aku bisa membatalkan syuting
gara-gara hujan. Kurasa dia punya kenangan tersendiri tentang hujan.
“hati-hati
hyung.” Leeteuk hyung tersenyum, disampingnya berdiri Hyun Soo yang sama tersenyum.
“annyong.” ucapku
lalu keluar dari rumah keluarga Park, berlari kecil menuju mobilku.
HYUN SOO POV
Sejak 5 bulan yang
lalu saat hyuk jae oppa berkunjung kerumahku, seperti ada setetes air yang
membasahi hidupku yang gersang ini, aku tak tau kapan tepatnya perasaan ini
muncul. Yang aku tau, aku selalu suka senyumannya, aku nyaman jika dia dekatku.
Apa ini yang dinamakan cinta?
“hyakk! Park Hyun
Soo ! kau mau mengerjakan tugas ini tidak?” teriak Cho Kyuhyun. Yap !
sahabatku. Kami berteman sejak aku masih duduk dibangku Senior High School.
Pertemanan kami berlanjut sampai kami kuliah.
“bisa tidak kau
tidak berteriak di telingaku heh?!” teriakku murka. Lihatlah kelakuannya!
sebentar saja aku tidak konsen mengerjakan tugas ini dia sudah memarahiku.
“kekeke, mianhae,
Sudah kubilang jangan melamun ! aha ! aku tau kau pasti sedang memikirkan Eunhyuk
hyung kan?” godanya, aish! ingin sekali kutebas kepalanya itu.
“hyak ! jangan
bicara yang tidak-tidak ! cepat ajari aku bagaiman cara mengerjakan ini!” Sebuah
buku rumus matematika tebal melayang kekepalanya. Kurasa wajahku mulai memerah
sekarang.
“Aish ! dasar
yojha pabo! jadi dari tadi aku menjelaskan sampai mulutku ini lelah, kau masih
belum mengerti!” Dia menatapku tajam, huaaa ! jangan sampai aku tewas disini.
“mian..mianhae.”
ucapku. Dia hanya mendengus kesal.
“baiklah, aku
ulangi lagi.” dia kembali tersenyum, selamatlah aku.
.........................................
“dasar pabo !
kenapa kau berdiri disana heh?” Aku mendengar teriakan namjha. Aku menoleh
kebelakang, tampak Eunhyuk oppa berdiri dibelakangku memegang sebuah payung.
Hujan deras ini,
membuatku ingin bermain dibawahnya, aku ingat sekali saat aku kecil, aku dan Teuki
oppa sering hujan-hujanan seperti ini.
“oppa? kapan oppa
datang?” tanyaku heran. Dia bilang, dia ada acara di radio. Kenapa tiba-tiba
kerumahku? Apa dia merindukanku?
“baru saja!
kenapa kau berdiri di tengan hujan seperti itu heh?” dia lalu memberiku payung
yang sedari tadi dipegangnya untuk melindungi dirinya dari guyuran hujan.
“aku sedang
hujan-hujanan, wae oppa?” tanyaku polos.
“aish ! dasar
pabo ! kalau kau sakit bagaimana ?!” dia menatapku lembut, tatapan matanya
menghangatkanku meski aku diguyur hujan selebat ini.
“aish ! aku tidak
akan sakit oppa! ini pakailah, aku tidak mau oppa yang sakit.” Aku membenarkan
posisi payung yang sedari tadi memayungi kami.
“heh ! kenapa kau
malah hujan-hujanan lagi?” Eunhyuk oppa berteriak frustasi saat aku berlari
menjauhinya dan bermain dibawah guyuran hujan lagi.
.........................
“kenapa kalian
berdua basah kuyup begitu?” tanya Leeteuk oppa heran.
“kami
hujan-hujanan.” ucapku singkat. Lalu masuk kamarku, untuk mandi dan mengganti
bajuku. Sebelum aku sakit karena kedinginan.
Setelah mengganti
baju, aku segera menuju ruang tamu, disana Eunhyuk oppa tengah mengobrol dengan
Leeteuk oppa.
“Hyukkie oppa,
kau sudah ganti baju? cepat sekali?” aku menatapnya takjub, dia memakai kemeja
putih milik Leeteuk oppa, senyumannya mengembang membuat jantungku ini seperti
meloncat keluar.
“ne. Hujannya
ternyata belum berhenti.” ucapnya lalu menatap hujan yang masih turun dengan
derasnya.
“ehem ! aku mengantuk,
aku akan pergi tidur .” Leeteuk oppa tersenyum jahil, lalu berlari masuk
kamarnya.
Aku duduk
disampingnya, masih menatap hujan itu yang terlihat jelas, kurasa Leeteuk
oppalah membuka pintu rumah.
“oppa.” ucapku.
Dia menoleh.
“uhm?”
“berjanjilah kau
akan selalu ada untukku?.” ucapku perlahan, aku tak ingin terlihat seperti
gadis bodoh didepannya.
“ne, oppa
berjanji. Berjanjilah kau akan menjadi dongsaengku yang selalu ceria.”
DEG!
Dongsaeng? hanya
itu? bisakah dia menganggapku seorang yeojha, yeojha yang butuh cinta?
Kurasa selama ini
aku salah, aku kira dia menyukaiku, karena itu dia sering sekali kerumahku,
eomma dan appapun sampai hafal betul jika Eunhyuk oppa sangat suka susu
strawberry. Ternyata dia hanya menganggapku sebagai adik?
“aku..aku
berjanji oppa.” ucapku perih.
“ini untukmu.”
hyukppa memberiku sebuah gelang, bertuliskan Hyuk Jae & Hyun Soo. Aku
tersenyum melihat Hyukppa dengan romantisnya memakaikan itu di tanganku. Aku
sangat berharap lebih, aku berharap bisa memilikimu, oppa.
“gumawo oppa.” saranghae, tambahku dalam hati.
“yasudah, oppa
pulang.” Hyukppa memakai jaketnya, dan berjalan menuju pintu.
“hati-hati oppa.”
“ne, annyong.”
tak lama dia pun menghilang dibalik pintu. Kurasakan saat dia pergi ada sesuatu
yang berharga dalam diriku hilang. Apa Eunhyuk begitu berharga bagiku? aku
bahkan tak tau bagaimana tepatnya persaanku ini. Cinta? ya kurasa itu.
................
“heh mawar lagi?”
aku mengambil seikat mawar yang diletakan dibawah lokerku.
“rupanya dari
penggemar rahasiamu, itu ya?” Kyuhyun tertawa hebat. Aish!
“yak ! Cho Kyuhyun!
jangan berkata tidak-tidak.” Aku menoyor kepalanya, dan lihatlah dia sepetinya
ingin mengamuk.
Kira-kira sebulan
ini, setiap aku membuka lokerku saat aku mengambil buku pelajaran, aku
menemukan mawar, surat, dan sebagainya. Si pengirim tak pernah menuliskan
namanya, membuatku semakin penasaran, siapa sebenarnya namjha itu? Dia bahkan
selalu tau apa yang baru saja aku lakukan, ini sangat aneh.
“heh Hyun Soo
nanti malam apa kau akan menonton kembang api?” tanya Kyuhyun, aku menggeleng.
“molla, Leeteuk
oppa sedang ada urusan, jadi tak bisa mengajakku. Eomma sedang tidak enak
badan, sedangkan appa sedang sibuk di kantornya.” ucapku sedih.
“mian, aku juga
sudah berjanji pergi dengan Ahra noona, appa, dan eomma.”
“gwenchana, aku
juga sedang malas keluar.” ucapku berusaha tersenyum.
Aku memang sedikit iri dengan keluarga Cho,
mereka sering sekali menghabiskan waktu bersama. Eomma Kyuhyun bahkan pernah
mengajakku liburan bersama, yang benar saja? aku tak ingin merepotkannya. Eomma
Kyuhyun bersahabat baik dengan eommaku, karena itulah dia sangat baik padaku.
Dan lagipula jika aku terlalu lama bersama Kyuhyun bisa-bisa liburan mereka
batal, aku dan Kyuhyun kan selalu bertengkar. Hahaha.
“sebagai ucapan
minta maaf, aku akan menraktirmu makan siang, bagaimana?” tawarnya, jarang-jarang
kan setan ini baik padaku?
“baiklah, ayoo.”
aku menarik tangannya, sebelum dia berubah pikiran.
EUNHYUK POV
“oppa, kau
baik-baik saja?” ucapan sena sukses membuyarkan lamunanku tentang bagaimana aku
mengajak hyun soo nanti malam menonton kembang api.
“iya, aku
baik-baik saja.” ucapku.
Setelah syuting
tadi, Lee Sena, yeojha yang menjadi lawan mainku, mengajakku makan siang.
“oppa, aku ingin
mengatakan sesuatu.” ucapnya perlahan, aku menatapnya penasaran.
“katakan saja.”
“saranghae.”
aku menatapnya
kaget, jadi selama ini dia menyukaiku?
“mian..mianhe..”
ucapku gugup, tiba-tiba dia menarik kepalaku dan menciumku.
HYUN SOO POV
“wuah, kau baik
sekali Kyu.” ucapku senang, sembari menyantap sepiring ramen.
“ah kau baru tau
aku ini baik.” katanya terkekeh.
Tiba-tiba seperti
ada sebilah pisau yang menancap jantungku, saat melihat Hyukkie oppa bersama
yeojha lain, dan mereka berciuman!
“uhuk ! uhuk !”
pemandangan ini sukses membuatku tersedak.
“kau baik-baik
saja?” Kyuhyun memberiku segelas air putih.
“gwenchana,
itu..itu Hyukkie oppa?” ucapku lirih, Kyuhyun lalu menoleh kebelakang, dan sama
terkejutnya melihat pemandangan itu.
“aigoo, beraninya
mereka!” ucap Kyuhyun murka, dia lalu berdiri menghampiri meja Hyukkie oppa dan
yeojha itu.
AUTHOR POV
“maksudmu apa hah
hyung?” Kyuhyun tak bisa memendam amarahnya begitu melihat eunhyuk, namjha yang
begitu ia hormati, berciuman didepan umum. Bahkan didepan sahabatnya, sedangkan
Kyuhyun tau sahabatnya itu sangat mencintai Eunhyuk.
“hyung..aku..aku..ini
tak seperti yang kau lihat!.” ucap Eunhyuk gelagapan. Pandangannya menuju
kepada yeojha yang berjalan kearahnya, terlihat sekali wajah kekecewaan di raut
wajah cantiknya. Hyun Soo berjalan semakin dekat, membuat Eunhyuk semakin
cemas, dia tak mau sampai yeojha yang dia cintai salah paham dan pergi
menjauhinya. Eunhyuk bahkan tak pernah membayangkan bagaimana jika Hyun Soo
tiba-tiba pergi meninggalkannya, bersama namjha lain mungkin. Tetapi
pendangannya terhadap Hyun Soo teralihkan saat mendengar ucapan Kyuhyun.
“kenapa kau
begitu egois! tidakkah kau mengerti perasaan hyun soo ha!”
Eunhyuk terkejut
mendengar ucapan Kyuhyun. Jadi Hyun soo menyukainya?
“Kyu, cukup !
sudahlah, ayo kita pulang!.” Hyun Soo yang sudah berada didepan Eunhyuk dengan
cepat menarik lengan Kyuhyun dan berjalan menjauh.
“Hyun Soo-ah.”
Eunhyuk memanggil Hyun Soo, namun Hyun Soo tak memerdulikannya dia tetap
berjalan menjauhinya Eunhyuk bisa melihat tangannya menutupi wajahnya yang
menangis. Sakit ! itu yang dirasakannya saat melihat yeojha kesayangannya
menangis karena tingkah bodohnya.
“mianhae oppa,
jeongmal mianhae, aku tidak bermaksud..” ucapan Sena terhenti, saat melihat Eunhyuk
menangis, namjha ini menangis.
HYUN SOO POV
Sudah kira-kira
20 kali Hyukkie oppa menelfonku, dan sudah ada 24 inbox darinya, tapi aku
hiraukan. Tidakkah dia tau sakitnya hatiku ini? apa dia tak mengerti
perasaanku? perasaanku yang sangat mencintainya?
“Hyun Soo-ah.”
ucap seorang namjha. Aku terkejut melihat kedatangannya.
“oppa, kenapa
oppa ada disini?” dengan sigap aku menghapus air mataku, yang sedari tadi
mengalir. Eunhyuk oppa duduk disampingku.
“oppa akan
menjelaskan semuanya.” ucapnya lembut, tangannya meraih tanganku. Dengan cepat
aku menampis tangannya.
“menjelaskan apa
oppa? tidak ada yang perlu dijelaskan!” ucapku sinis. Dadaku terasa sesak
mengingat kejadian itu.
“mianhae.. Sena,
dia menyukaiku, dan tiba-tiba menciumku, itu diluar kehendakku. Aku sudah
menjelaskan padanya, jika..jika aku mencintai yeojha lain.”
Aku terdiam, tak
membalas ucapannya. Yeojha lain? siapa yang dia maksud? aku ? atau yeojha
diluar sana yang beruntung dia cintai?
“saranghae.”
ucapnya lembut, matanya yang indah mulai berkaca-kaca, kenapa dia menangis?
“kenapa oppa
menangis?” tanyaku bingung, kuusap air mata yang membasahi pipinya.
“aku.. aku takut
kau hanya menganggapku hanya sebagai kakak. Aku takut jika kau tau perasaanku
kau kan menjauhiku, kau akan membenciku” ucapnya, aku tertawa kecil.
“yak ! jangan
menangis lagi oppa cengeng ! Tidak, aku tidak membencimu.” Jawabku, kini
kulihat senyuman manisnya mengembang.
“na dho saranghae.”
ucapku. Lalu dengan cepat Eunhyuk oppa menarikku kedalam pelukannya yang hangat,
nyaman, sangat nyaman.
............................
“apa kau tidak
mau ikut denganku, dan Eunso?” Kyuhyun terus saja mengajakku ikut dengannya.
Yang benar saja, aku tidak mau merusak kencan pertamanya, dengan seorang yeojha
bernama Eunso.
“aku tidak mau,
aku tidak mau menjadi pengganggu kalian. Eunhyuk oppa juga akan mengajakku
pergi, jadi nikmati kencanmu, Kyu. Annyong.!” dengan cepat kututup sambungan
telfonnya, sebelum setan itu memaksaku ikut lagi.
Aku memandang
jam, sudah telat 2 jam. Eunhyuk oppa bilang akan menjemputku pukul 7, tapi
sampai pukul 9 pun dia tak datang. Aku benar-benar sebal dengan kebiasaanya
yang terlambat ini. 2 bulang berpacaran dengannya, dia selalu saja telat. Aku
tau dia namjha sibuk, yang jadwal syuting dan siaran radionya menumpuk. Tapi
bisakah dia meluangkan sedikit waktunya untukku?
“pukul 9 malam.”
dan tak ada telfon atau pesan, mengabarkan ada dimana dia sekarang, aku
benar-benar sudah kesal. Ku cari nama kontak di ponselku ‘Lee Hyuk Jae’
“yoboseyo.”
ucapnya. Aku mendesah kesal.
“oppa ada dimana
sekarang? kenapa lama sekali?” ucapku kesal. Terdengar suara bising disana.
“mianhae chagi,
ternyata syuting ini diundur, sepertinya oppa tidak bisa datang, mianhae,
jeongmal mianhae. Mungkin lain waktu.”
Apa dia bilang?
seenaknya saja membatalkan janji? Aku sudah menunggu 2 jam! Aku benar-benar
lelah dengan kesibukannya itu.
“apa?! aku
benar-benar kecewa padamu, oppa! seharusnya kau tidak usah berjanji jika kau
tidak bisa menepatinya !” bentakku.
“mianhae, aku
benar-benar tidak tau ini akan terjadi. Jebal ! mengertilah pekerjaanku,
chagiya.”
Cih ! beraninya
dia memanggilku ‘chagi’. Dia bilang aku harus mengerti pekerjaannya? kapan aku
tidak mengerti pekerjaannya? aku selalu mengalah ! aku selalu rela tak bertemu
dengannya berhari-hari.
“kapan aku tidak
mengerti pekerjaanmu ha Lee Hyuk Jae?!” emosiku benar-benar memuncak ! aku
jarang sekali memanggilnya ‘Lee Hyuk Jae’menurutku tidak sopan, tapi sekarang
aku benar-benar kesal padanya.
“mianhae....”
Bib!
Belum sempat dia
melanjutkan ucapannya aku sudah memutuskan sambungan telfonnya. Dengan kesal ku
raih jaketku dan pergi keluar rumah. Mencari sesuatu yang tidak membuat
perasaanku menjadi lebih buruk.
AUTHOR POV
Setelah kepergian
Hyun Soo, Leeteuk yang baru saja selesai dengan urusannya, bergegas pulang
kerumah.
Dia terkejut
melihat rumah itu kosong, tidak ada Hyun Soo, ponsel dan dompetnya pun
tertinggal, Leeteuk semakin khawatir. Dia pun dengan segera menelfon Eunhyuk,
siapa tau adik kesayangannya ada bersamanya.
“yoboseyo.” ucap
Eunhyuk ramah.
“yoboseyo, apa
Hyun Soo ada bersamamu?” tanya Leeteuk tanpa basa-basi.
“aniyo, hyung.
Aku masih ada di lokasi syting sekarang. Waeyo?”
“Hyun Soo
menghilang, hyung. Dia pergi tanpa pamit, dia juga meninggalkan ponselnya, aku
khawatir dengannya.”
“baiklah hyung,
aku akan segera mencarinya.”
“ne, annyong.”
Leeteuk mematikan sambungan telfon itu, dan segera berlari keluar mencari
adiknya.
Eunhyuk pun
segera kerumah Leeteuk, dan membantunya mencari Hyun Soo, namun tak ada
hasilnya.
“dia pasti pergi
ke tempat yang dia suka, hyung.” ucap Leeteuk, Eunhyuk dengan cepat bergegas ke
taman, taman yang sering mereka kunjungi.
“Hyun Soo! Park
Hyun Soo!” teriakan Eunhyuk yang cukup keras tak mampu membatunya menemukan
yeojha yang sangat dia cintai. Dia lalu kembali masuk mobilnya dan mencari
dijalan sekitar taman itu.
Taman itu tampak
sepi, hanya ada deretan lampu yang berkelap-kelip, membuat taman itu semakin
indah. Terasa rentetan memori saat itu, saat bersama Hyun soo, pikiran itu
terus saja melayang dikepala Eunhyuk. Eunhyuk khawatir sekali dengan Hyun soo,
yeojha yang sangat berarti baginya, jika terjadi sesuatu yang buruk dengan hyun
soo, Eunhyuk mungkin tak bisa memaafkan dirinya sendiri. Pandangannya terhenti
saat melihat yeojha yang sedang berjalan sendirian, itu Hyun Soo. Batin
eunhyuk.
“Hyun Soo!!!”
sekali lagi Eunhyuk berteriak, membuat yeojha itu menoleh. Namun bukannya
berhenti, yeojha itu justru berlari cepat.
“Hyun Soo! mianhae
! jeongmal mianhae!” teriak Eunhyuk sembari terus berlari mengejar yeojha itu.
Tapi Hyun Soo tak berhenti, dia terus berjalan cepat.
“Hyun Soo-ah !
saranghae!” teriakan Eunhyuk menggelegar, membuat Hyun Soo berhenti melangkah
dan menoleh.
“oppa!
awasssss!!!!!!”
BRAKKKKKKK!!!!!!!!!!!!!
.........................................
HYUN SOO POV
“oppa, kapan kau
bangun?” ucapku pelan, menatap namjha yang sangat berharga untukku, tengah
terbaring tak berdaya, berbagai alat menancap di tubuhnya.
“satu minggu oppa
seperti ini, kenapa oppa tega sekali padaku?” teriakku frustasi.
Kecelakaan itu,
telah membuat Hyukkie oppa koma, aku benar-benar menyesal, aku merasa sangat
bersalah, ini semua salahku!
“annyong.” eomma
Hyukkie oppa masuk, senyumannya mengembang, meski kulihat rasa sakit yang mendalam
di matanya. Aku membungkuk, mengucapkan salam.
“ kau sudah
makan?” tanyanya lembut.
“ne, tadi leeteuk
oppa mengajakku makan di kantin rumah sakit.”
“baguslah, bibi
ada urusan, bibi titipkan Hyuk Jae padamu.” katanya, lalu keluar dari kamar inap
ini.
Aku kembali duduk
dikursi dekat tempat tidur Hyukkie oppa. Ku genggam tangannya, menciumnya
berulang kali, aku tak dapat melihat senyumannya lagi, wajah yang tampan kini
tertutup alat pernafasan yang membantunya bernafas.
“oppa, jebal,
bangunlah.. kita bermain lagi..” isakku, aku membelai kepalanya lembut.
Dia tetap tak
bergerak, aku hanya mendengar detak jantungnya yang berirama, dan desah
nafasnya.
“yak ! oppa pabo
! oppa jelek ! kenapa oppa tidak bangun-bangun juga heh?” aku sudah hampir
lelah menyuruhnya bangun, tapi tetap tak ada reaksi, mata indahnya tetap
tertutup rapat.
“aku sudah lelah
mengajakmu bicara, tapi kenapa oppa tidak bangun juga!” Kurasa dadaku terasa
sesak, nafasku mulai tak beraturan, aku merasa ada sesuatu yang tidak beres.
“Hyuk Jae oppa..”
panggilku lagi, terasa air mata ini mulai menetes. Wajah pucatnya tetap
tertidur dengan nyenyaknya tanpa menyadari sedari tadi aku disini mengajaknya
bicara.
ceklek !
Tampaklah Leeteuk
oppa, dan Lee Sora eonni, kakak Hyukkie oppa. Wajah mereka sama-sama menyimpan
rasa perih.
“Dia belum bangun
juga?” tanya Sora eonni, aku menggeleng pelan.
“oppa lihatlah Sora
eonni sudah datang, tapi kenapa kau belum bangun juga?” Ucapku kesal. Aku
memandang monitor yang sejak seminggu lalu berada disampingnya.
“oppa..khajima...
Oppa jebal, bangunnlah, tatap aku, dan tepati janjimu itu !”
Leeteuk berjalan
kearahku, mengusap rambutku lembut. Aku menangis, apa kau mendengar tangisanku
ha Lee Hyuk Jae?!
Aku membelai
pipinya pelan. Aku rindu masa-masa bersamamu, Lee Hyuk Jae ! andai aku bisa
memutar waktu, dan mengulangnya.
“Lee Hyuk Jae,
saranghaeyo..” bisikku di telinganya.
“Dia
mendengarnya, percayalah pada oppa, dia juga mencintaimu..” Leeteuk oppa
memelukku, nyaman, namun masih ada persaan gelisah didadaku ini, ada apa
sebenarnya?
Aku menangis
dipelukannya, terisak, seperti anak kecil, yang terpisah dari ibunya, tersesat.
Ya! itulah aku Lee Hyuk Jae, tersesat tanpamu!
Suara berisik monitor menyebalkan itu, membuatku melepaskan pelukanku dengan Leeteuk oppa. Kenapa dengan alat itu? kenapa alat itu hanya menampilkan garis lurus?
DEG !
Terasa tubuhku
ini bergetar hebat, segera kuraih tubuhnya, menariknya kedalam pelukanku,
sebelum aku tak bisa memelukknya.
“Lee Hyuk Jae
pabo! aku sudah bilang jangan tinggalkan aku !!” teriakku. Kulihat Sora eonni
menangis, Leeteuk oppa juga sama, menangis, menangisi kepergianmu, Hyukkie
oppa.
Kurasa tubuhku
ini tak mampu berdiri lagi, aku jatuh terduduk, menangis, hanya itu yang bisa
kulakukan, aku tak bisa membuatnya tersenyum lagi, memelukku erat lagi.
“Lee Hyuk
Jae!!!!!!!!”
....................................................
“tidak mungkin !
kenapa oppa jahat sekali padaku? kenapa oppa meninggalkanku sendirian disini!!”
teriakku frustasi didepan sebuah makam, yang bertuliskan ‘Lee Hyuk Jae’ dan
terpampang foto namjha yang tengah tersenyum senang, senyuman yang menyejukan
hatiku.
“Hyun Soo,
berhentilah menangis.” Leeteuk oppa terus saja menenangkanku. Tapi tak ada
gunanya! apa dengan itu Hyuk Jae oppa akan kembali?
“kenapa dia tega
sekali padaku, oppa?” aku menangis dipelukannya. Eomma dan Appa hanya
memandangku perih.
“dia..dia sudah
bahagia disana, dia juga pasti tak mau melihatmu seperti ini. Jebal ! jangan
menangis lagi.” Aku mengangguk pelan, tampak Kyuhyun sama-sama menangis,
disebelahnya berdiri seorang yeojha cantik, Eunso.
Setelah acara
pemakaman itu, aku menuju taman itu, taman yang sering aku kunjungi bersama Hyukkie
oppa.
Aku membaca buku,
buku berwarna biru muda, eomma Hyukkie oppa yang memberikannya padaku, dia
bilang itu buku harian Hyukkie oppa. Air mataku tak bisa berhenti menetes saat
membaca lembar demi lembar buku itu. Kubuka lembar yang terdapat fotoku dan
foto Hyukkie oppa yang tersenyum bahagia.
Hyun Soo-ah..
kuharap suatu hari kau dapat membaca buku ini..
membaca semua ceritaku, ceritaku dimulai saat hari
itu aku bertemu denganmu..
aku tak tau pasti kapan perasaan ini muncul..
aku tak bisa menahannya..
entah kenapa jantungku selalu berdegup kencang
jika bertemu denganmu..
Hyun Soo-ah kau tau? aku selalu menceritakanmu
pada eommaku..
dia selalu tertawa jika mendengar ceritaku, dan
selalu memaksaku untuk menyatakan perasaan ini..
Setiap saat aku memikirkanmu, membayangkan
wajahmu, dan senyuman manis yang selalu terukir indah di bibirmu..
aku harap kau juga punya perasaan yang sama
denganku..
Karena kau, perasaanku yang membenci hujan
berubah..
kau lah yang mengajariku arti hujan..
dan saat itulah aku tau, kau sangat berati
bagiku..
kau seperti hujan, yang membasahi kehidupanku yang
gersang ini..
aku mencoba hanya menganggapmu dongsaeng..
tapi aku tak bisa melakukannya,..
jeongmal saranghaeyo.. Park Hyun Soo...
- Lee Hyuk Jae
Aku menghapus air
mata yang membasahi pipiku ini, aku tak dapat lebih lama lagi menahan air mata
ini.
Tes! Tes !
Terasa rintik
hujan mulai turun, segera kumasukan buku itu kedalam tasku dan berlari pulang.
Namun hujan terlalu deras, hingga aku tak bisa lagi melihat arah.
“Hyun Soo-ah.”
terdengar suara, aku menoleh. Hyukkie oppa!
“oppa! kenapa kau
tega meninggalkanku heh? oppa jahat !” aku berusaha meraihnya, namun tanganku
ini hanya bisa menembus badannya.
“mianhae,
jeongmal mianhae.” katanya lembut sembari tersenyum senang padaku.
“oppa, jebal!
kembalilah ! kembalilah padaku.!” teriakku, teriakannku ditengah deras hujan
yang sedang turun ini.
“oppa tidak bisa
mengabulkan permintaanmu, mianhae, dunia kita sudah berbeda sekarang.” kini
kulihat bayangannya semakin memudar.
“oppa!
khajimaaaa!!!!” teriakku.
“berjanjilah, kau
akan bahagia tanpa oppa, ne?” Dia tersenyum, lalu kurasakan bayangannya
benar-benar menghilang.
“oppaaaaa!!!!!!!!”
teriakku frustasi,aku hanya bisa menangis, air mataku turun sama seprti air
hujan yang membasahi seluruh tubuhku.
“hyakkk! dasar
oppa pabo!! oppa jahat!!!!” aku terus saja berteriak.
Tiba-tiba
kurasakan ada payung yang melindungiku dari guyuran air hujan. Aku menoleh.
“Hyun Soo-ah.”
ucap seorang namjha, aku pernah melihatnya, tapi kapan? dan
dimana?
“kau siapa?”
tanyaku sembari berlindung di bawah payung miliknya.
“aku Lee
Donghae.” ucapnya lembut, dia tersenyum, entah kenapa tiba-tiba ada rasa hangat
mengalir di tubuhku.
“Donghae?”
ulangku. Tiba-tiba dia memeluku dari belakang.
“aku..aku yang
mengirim mawar-mawar itu di lokermu..” ucapnya lembut, terasa nafasnya yang
hangat menggelitik leherku.
“jadi selama ini
kau yang meletakan semua mawar itu?” kurasakan dia semakin mendekapku erat,
wajah tampannya kembali memamerkan senyumannya yang memabukkan. Dia mengangguk
pelan.
“saranghae..”
........................................
Lee Hyuk Jae, apa kau tau?
aku akan selalu mencintaimu, meski sekarang aku
tak bisa menjangkaumu..
meski dunia kita telah berbeda..
meski aku tak bisa memutar waktu, dan kembali ke
masa saat bersamamu..
biarkan rasa cintaku ini tetap mengalir..
Kurasa Tuhan sangat menyayangiku..
Dia memberiku malaikat penggantimu, Lee Donghae..
Donghae oppa bilang, dia mengenalmu..
Dan berjanji akan menjagaku dengan baik, sama
seperti kau menjagaku..
Tapi percayalah, selamanya kau akan dihatiku..
Setiap aku melihat hujan, aku selalu merasa kau
ada disampingku..
Jeongmal saranghaeyo Lee Hyuk Jae..
THE END
Ahirnya selesai
juga, huaaa gak rela yeobo ku tersayang Eunhyuk harus tewas (?). Aku gak mau si
Hyun Soo jadi stres, depresi, jadi yaa aku kasih penggantinya, suami aku yang
pertama, ikan oppa, huahaha.
Langganan:
Komentar (Atom)











