A Love Song
Tittle : A Love
Song
Author : Anisa N.
Aulia (Lee Hye Bin)
Genre : Romance,
friendship.
Cast :
-
Park
Hye Ra
-
Cho
Kyuhyun
-
Lee
Donghae
-
Lee
Hyuk Jae
_ Park Hye Jae
-
Super Junior
Seoul, 11 Januari
2007
HYE RA POV
Aku berjalan
keluar sekolahku, yap ! aku masih duduk dibangku SMA. Berjalan, mencari
seseorang.
“kau mencari
siapa?” seseorang menepuk bahuku, aku menoleh, Kyuhyun.
“aku mencarimu,
oppa (kakak).” aku tersenyum.
Cho kyuhyun,
sahabatku, sahabat terbaik yang aku miliki, kami berteman sejak kami masih
kanak-kanak, bahkan ibuku dan ibunya sangat dekat, keluargaku dan keluarganya
sudah bersahabat sejak lama, umur Kyuhyun 2 tahun lebih tua dariku, aku
menyayanginya, tentu saja, aku bahkan tak pernah berniat meninggalkannya, 17
belas tahun bersamanya, menjalani hariku dengannya. Aku bahkan masih ingat saat
aku pertama kali masuk sekolah dasar, ada serombongan anak laki-laki yang
menyembunyikan sepatuku, kyuhyun yang saat itu kelas 3, kakak kelasku, dengan
baiknya menolongku, mengancam anak-anak nakal itu agar tidak menggangguku.
“baiklah, ayo
kita pulang.” ucapnya.
“andwe (tidak
mau), temani aku dulu ke taman oppa.” rengekku.
“yak ! kau ini !
kau ingin menghabiskan waktuku heh? aku bahkan belum mengerjakan tugas
kuliahku.” ucapnya kesal, seperti biasa, aku bahkan sudah hafal betul sifatnya
yang seperti setan.
“yasudah.” aku
cemberut, dan hendak meninggalkannya, namun dengan sigap dia menarik tanganku.
“aku hanya
bercanda, hye ra-ah.” dia tersenyum manis.
Taman ini, aku menemukannya
saat aku baru saja lulus sekolah dasar, sejak saat itu aku dan kyuhyun selalu
ke taman ini.
Seperti biasa,
kami tiduran di bawah pohon ek besar, tempat favorit kami, disini sangat sejuk,
angin sepoi-sepoi yang berhembus membuat kami damai.
“bagaimana
sekolahmu? apa guru matematika galak itu menyusahkanmu? memberi PR sulit?”
tanya kyuhyun. Dia memang selalu mengajariku, aku bahkan lebih mengerti jika
dia yang mengajariku pelajaran, bukan guruku.
“ne (iya), PR
yang menyusahkan, aku bahkan tidak makan malam demi mengerjakan tugas itu.”
“yak ! kau kenapa
tidak menelfonku? aku akan segera kerumahmu, dan mengajarimu, dengan begitu kau
tidak melewatkan makan malammu.” katanya cemas.
“mianhae (maaf)
oppa, aku hanya tidak mau menyusahkanmu, aku tau kau pasti sudah pusing dengan
tugas kuliahmu.”
“tidak, tentu
saja, aku bahkan senang bisa mengajarimu, kau kan phabo (bodoh) hahaha.”
“yak ! cho
kyuhyun! kau mau mati ha?” ucapku garang, dia tertawa hebat.
“mian, kenapa kau
masih saja emosian ha?”.
“kau yang
menyebalkan, oppa.” aku memukul pelan lengannya.
“hahaha, yasudah,
ayi kita pulang.” dia berdiri dari tidurnya.
“pulang? aku
masih ingin disini oppa. Aku tidak mau pulang, perasaanku tidak enak.”
kataku, entah
kenapa, aku takut sekali pulang, aku takut tak bisa bertemu kyuhyun lagi,
melihat senyumannya, dan tiduran dibawah pohon ek ini.
“eomma (ibu) mu
pasti khawatir, tidak enak? waeyo (kenapa)?” tanyanya. Aku menggeleng.
“molla
(entahlah).” jawabku. Dengan malaspun aku bangun dan berdiri disampingnya.
“percayalah,
semuanya akan baik-baik saja, kita akan bertemu lagi besok, dan bercerita
disini lagi.”
“ne, oppa.”
Kyuhyun lalu
mengantarku sampai depan rumah, rumahku dan rumahnya tak terlalu jauh, hanya
ada dua rumah diantaranya.
“Eomma.” panggilku
setelah masuk rumah, kyuhyun tak sempat mampir, mengerjakan tugas kuliah,
katanya.
Aku melihat
banyak sekali kardus, berukuran besar dan sedang, aku bingung, sangat bingung.
“eomma, untuk apa
kardus-kardus itu?” tanyaku, eomma ku yang keluar dari kamarnya hanya
tersenyum.
“itu
barang-barangmu, eomma, appa (ayah), dan Hye Jae.” katanya.
Park Hye Jae,
kakakku, umurnya 3 tahun lebih tua dariku, sekarang dia kuliah, dialah yang
akan mewarisi perusahaan milik keluarga kami.
“memangnya kita
mau kemana?” tanyaku semakin bingung.
“kita akan pindah
ke Jepang, appa mempunyai perusahaan baru disana, kakakmu juga akan kuliah
disana, eomma sudah menyiapkan sekolahmu disana.”
Mwo (apa) ? ke
Jepang? andwe!
“ tapi kenapa
mendadak begini eomma?”
“eomma sudah
memberi tahumu seminggu yang lalu.”
“tapi, aku belum
sempat memberitahu kyuhyun oppa, ahra eonni, dan teman-temanku.” kataku perih.
“tidak perlu,
kakakmu sudah memberitahu mereka semua. Yasudah segeralah bersiap-siap, kita
akan ke bandara satu jam lagi.” kata eomma.
Aku hanya
menunduk, sedih, meninggalkan kota yang indah ini, meninggalkan semua
kenanganku, meninggalkan Cho Kyuhyun.
Tokyo, Jepang.
Aku hanya
memandangi langit kota tokyo yang terang di kelilingi beribu bintang yang
berkelap-kelip. Beribu bintang, sama seperti beribu kenanganku di Korea.
“Hye ra-ah, kau
belum tidur?” Hye Jae oppa duduk disampingku.
“Ne oppa, aku
hanya belum siap untuk pindah.” kataku sedih.
“percayalah,
Tokyo tak semenyeramkan bayanganmu, anggaplah Tokyo ini Seoul.” katanya manis
sesekali membelai lembut rambutku.
“entahlah oppa.”
“sekarang
tidurlah, ini pukul 11 malam, kau besok harus kesekolah barumu.” katanya lalu
keluar dari kamarku.
esoknya..
Aku berjalan
menyusuri koridor sekolahan ini, sekolah yang bagus, hingga sampailah di
kelasku. Seorang guru yang cantik mempersilahkan aku duduk, aku belum terlalu
fasih berbahasa Jepang. Aku duduk disebelah gadis cantik.
“annyong, Hye Mi
imnida.” katanya, jadi dia orang korea?
“naega Hye Ra
imnida, Khamsanhamida.” aku tersenyum.
“tenang saja, aku
akan mengajarimu bahasa Jepang, aku akan menjadi temanmu.” katanya manis.
“gumawo
(terimakasih)” kataku.
KYUHYUN POV
“yak ! kyu kenapa
kau makan lahap sekali ha? kau lapar?” tanya ahra noona.
“aku harus segera
kerumah hye ra.”
“hye ra? jadi kau
belum tau?” noonaku menaikan sebelah alisnya.
“belum tau? belum
tau apa?” kataku sambil memasukan sepotong roti kemulutku.
“hye ra sudah
pindah ke Jepang kemarin.”
“uhuk ! uhuk ! .”
ucapan noonaku sukses membuatku tersedak.
“ini minum dulu.”
aku langsung menyambar segelas air yang diberikan ahra noona.
“noona, apa kau
serius? hye ra pindah? kenapa tidak memberitahuku?”
“iya kyu, tapi
kemarin siang Hye Jae oppa kesini untuk pamit.”
DEG !
Jadi Hye ra?
kenapa kau tidak pamit kepadaku hye ra? kau anggap apa aku selama ini? Pantas
saja saat kau di taman kau tidak ingin pulang. Kenapa kau tega sekali? kau
jahat hye ra!
*3 Tahun
kemudian*
HYE RA POV
Angin segar ini
benar-benar kurindukan, langit kota Seoul cerah sama seperti aku lihat 3 tahun
lalu.
“welcome back.”
teriak hye jae oppa, ya! dia memang sedikit lebay.
“yak ! oppa! kau
mau membuatku tuli ha?” ucapku kesal, dia hanya menggembungkan pipinya.
“kalian masih
saja berkelahi.” ucap appa.
Selesai kuliah di
Jepang, appa menyuruhku bekerja di perusahaanya di Seoul bersama hye jae oppa,
senang? tentu saja ! aku tidak sabar bertemu kyuhyun, sahabatku, apa dia masih
mengingatku? aku akan meminta maaf padanya, beribu maaf, karena telah
meninggalkannya.
“ini apartemenmu,
Hye ra.” ucap appa, sembari memberiku kuitansinya.
“ne, appa.”
kataku.
“Hye ra!! ini
apartemen oppa, umm sering-sering saja kau main ke apartemen oppa ya, tapi
ingat ! harus membawa makanan.” teriak hye jae oppa, yak ! seenak rambutnya dia
menyuruhku seperti itu! jika dia bukan oppaku yang tampan sudah kulempar
jauh-jauh dia.
Aku masuk
apartementku, dan langsung merebahkan tubuhku di tempat tidur, nanti malam aku
harus kerumah kyuhyun.
......................
Rumah ini masih
sama seperti dulu, hawa damai tercium saat aku melangkahkan kakiku ke dalam.
tok tok !
Lalu terbukalah
pintu rumah itu, gadis cantik yang membukakannya, senyuman manisnya yang sangat
kurindukan.
“eonni
(kakak).....” teriakku lalu memeluknya, dia hanya menganga, terkejut kurasa.
“hye ra? ini kau?
“ tanyanya.
“Ne, eonni, ini
aku Park Hye Ra, bhogosipeo (aku merindukanmu) ahra eonni.” kataku sambil
melepaskan pelukannya.
“na dho (aku
juga) baiklah ayo kita masuk.” tanganya menggandengku, aku duduk di sofa ruang
tamunya, masih seperti dulu.
“ceritakan pada
eonni semuanya.” katanya, aku mengangguk.
Kira-kira sudah
satu jam aku bercerita tentangku di Jepang, dan tentang ahra eonni, kyuhyun
tentu saja, ternyata kyuhyun bergabung di grup Super Junior, aku pernah
mendengarnya, Hye mi yang menceritakannya.
“noona, apa kau
masak? aku laparrr!.” suara itu ! suara yang kunanti 3 tahun ini, aku menoleh
ke arah sumber suara, namjha (pria) itu berdiri persis disampingku, dia sangat
terkejut. Kyuhyun? benarkah itu kau? namjha yang sangat kurindukan itu semain
tampan, badannya tidak lagi jangkung seperti dulu, sekrang lebih berisi, kuarsa
dia rajin berolah raga, rambutnya kini berwarna coklat kemerahan, tidak seperti
dulu hitam dan selalu berantakan.
“oppa.” ucapku,
aku merindukannya, sangat.
“kenapa kau
disini?” tanyanya sinis.
DEG !
Dia membenciku?
“kyu kenapa kau
bicara seperti itu?” ahra eonni membelaku. Kyuhyun tersenyum sinis kepadaku.
“kenapa kau
kembali ke Seoul? kau ingin menyakitiku lagi hah? meninggalkanku lagi?” ucapnya
lalu pergi meninggalkanku, aku hanya menunduk. Aku tidak menyangka dia sangat
membenciku, namun aku melihat secercah kerinduan di matanya saat menatapku.
“maafkan dia hye
ra, dia..”
“ne eonni, aku
lelah, aku pulang dulu ya.” ucapku dan mencoba tersenyum, aku segera berlari
keluar rumah kyuhyun. Sakit ! sangat sakit ! aku tidak sanggup kehilanganmu,
kyuhyun, tak mudah mencari sahabat sepertimu.
“hey nona! kau
mau mati heh?” teriak seorang namjha, ya sejak keluar dari rumah kyuhyun, aku
berjalan sempoyongan, dan ternyata aku jalan hampir di tengah jalan raya.
Namjha itu
menarikku, mengusap air mata yang sedari tadi mengalir di pipiku.
“gumawo.” ucapku
lirih, dia tersenyum. Entah kenapa senyumannya membuat hatiku tenang.
“namamu siapa?”
tanyanya ramah.
“park hye ra
imnida.” aku mencoba tersenyum.
“naega Lee
donghae imnida.” dia tersenyum lagi, jantungku semakin berdegup kencang.
“jangan menangis
lagi, arrasho?” dia mencubit pipiku gemas, aku tersenyum.
“hyung ! aku
sudah membawa makanan, ayo kita ke dorm!” kyuhyun sudah berdiri disamping
namjha baik itu.
“kau ! sedang apa
kau bersama donghae hyung?” tanya kyuhyun sinis. Aku tak sanggup menahan air
mataku.
“oppa,
sebegitukah kau membenciku?” tanyaku, suaraku bergetar.
“kyu, ada apa
ini? kenapa kau memarahinya?” donghae menatap kyuhyun bingung.
“dia, dia yeojha
yang kuceritakan padamu, sahabat macam apa yang meninggalkan sahabatnya? pergi
tanpa pamit? menghilang selama 3 tahun?”
DEG ! dadaku
semakin terasa sakit.
“oppa, aku
sungguh tidak tau hari itu aku akan ke Jepang, minhae oppa, jeongmal mianhae.”
aku menarik tangan kyuhyun, namun dengan cepat kyuhyun menampis tanganku.
“kau tau? aku
seperti hancur saat kepergianmu! aku seperti gedung tanpa tiang penyangga,
hancur !.” katanya tajam, aku bisa melihat air mata menetes dari mata indahnya.
“oppa, mianhae,
aku harus bagaimana lagi meminta maaf padamu?”.
“kau fikirkan
saja sendiri !” kyuhyun menarik tangan donghae lalu membawanya masuk mobil, dan
dengan segera melesat cepat, meninggalkanku,
KYUHYUN POV
kenapa hye ra
muncul lagi di kehidupanku? tak sadarkah dia menyakitiku?
“hyung, kau
seharusnya tidak bersikap seperti itu pada hye ra.” ucap hae hyung. Si ikan (?)
ini ngomong apa?
“kau ngomong
seperti itu karena kau tidak merasakannya, hyung !” ucapku kesal.
“dia itu yeojha
hyung, hatinya sangat rapuh, aku yakin selama di Jepang pun dia hancur, sama
sepertimu, kau tidak seharusnya membentaknya seperti tadi, perasaannya pun
sangat sakit.”
aku terdiam
mendengar ucapan hae hyung, benar juga, hye ra juga pasti akan merasakan apa
yang kurasakan. Maafkan aku hye ra.
HYE RA POV
sudah satu
minggu, aku di seoul, aku sudah mulai sibuk dengan pekerjaanku di perusahaan
milik appa, hari ini eomma mengajakku dan hye jae oppa berkunjung ke rumah
keluarga cho.
eomma ku eommanya
ahra eonni sedang mengobrol, sedangkan hye jae oppa mengobrol ria bersama ahra
eonni, aku curiga ahra eonni punya hubungan spesial dengan hye jae oppa, oppaku
itu memang tampan, sangat tampan menurutku, namun dia menyebalkan, membuatku
stres.
Aku memilih
keluar rumah, dan duduk di taman, aku sangat suka taman belakang dirumah
keluarga cho ini, dulu aku selalu bermain dengan kyuhyun disini.
“hye ra-ah.”
seseorang memanggilku, aku menoleh.
“oppa.” aku
tersenyum, dia membalas senyumku, jadi kyuhyun sudah memaafkanku?
“mianhae.”
ucapnya lirih, aku tersenyum.
“gwenchana oppa.
Oppa sudah memaafkanku?”
“ne, oppa sudah
mendengar semua ceritamu dari ahra noona, maafkan aku, aku memang terlalu
egois, aku tak memikirkan perasaanmu.” dia meraih tanganku, menggenggamnya,
hangat, sangat hangat.
“jadi kau mau
jadi sahabatku lagi?” tanyaku.
“lagi? jadi
maksudmu setelah kau ke Jepang, aku memutuskan tali persahabatan kita?” tanya
kyuhyun.
“aniyo oppa, umm,
jadi ?”
“ya kita tetap
sahabat.” dia tertawa riang, tawa yang sangat kurindukan.
“bhogoshipeo cho
kyuhyun.” aku menarik tangannya, membawanya ke dalam pelukanku.
“na dho.” dia
membalas pelukannku, pelukan yang hangat.
“hemm, aku akan
mengajakmu ke suatu tempat.” kyuhyun tersenyum.
“kemana oppa?
jangan ke tempat yang aneh-aneh.” aku menatapnya curiga.
“hyak ! kau
curigaan sekali heh? aku namjha baik-baik !”. ucapnya garang. Ternyata sifatnya
tidak berubah, bahkan sifat setannya masih ada.
..............
Kyuhyun
mengajakku ke dorm super junior?
“annyong.” sapaku
ramah, semua namjha menatapku dan kyuhyun aneh, aku jadi takut.
“siapa yeojha
itu, hyung?” tanya namjha berambut pirang seperti pisang, senyumanya manis, aku
sangat suka bentuk rahangnya.
“sahabatku, hyuk
hyung.” ucap kyuhyun.
“Park Hye Ra imnida.”
aku membungkuk.
“Hye ra-ah.”
Donghae tersenyum, sekali lagi jantungku berdegup kencang.
“kau..hem aku
harus memanggilmu apa?” tanyaku. Dia tertawa kecil.
“donghae oppa.”
dia mengacak rambutku lembut, aku sangat suka senyumannya.
Aku lalu berkenalan
dengan para namjha ini, dari sang Leader, Leeteuk oppa, lalu Heechul oppa,
sungmin oppa, yesung oppa, eunhyuk oppa, ryeowook oppa, siwon oppa, shindong
oppa. Mereka sangat menyenangkan.
...............
2 bulan berlalu,
kyuhyun sama seperti dulu, hampir setiap hari jika tidak sedang tour dia ke
Apartemenku, dan ternyata ahra eonni dan hye jae oppa sudah berpacaran, huaa!
aku senang sekali mendengarnya, aku besyukur kakaku yang menyebalkan itu
berpacaran denga ahra eonni yang sopan dan baik hati.
Pukul 1 siang,
aku bergegas pulang dari kantorku, dan aku melewati sebuah taman yang tidak
jauh dari apartemenku, ternyata apartementku dan dorm suju jaraknya tidak jauh,
aku bisa saja berjalan kaki ke dorm, ini sangat kebetulan.
“donghae oppa.”
ucapku saat melihat seorang namjha yang tengah duduk bersandar dibawah pohon ek
besar, aku mendekatinya, duduk disampingnya.
“oppa.”
panggilku, dia tak bergerak. Ah ternyata dia sedang tertidur. Aku tak tega
membangunkannya.
“oppa aku sangat
berterimakasih padamu, karena kau juga aku bisa berbaikan dengan kyuhyun, aku
benar-benar menyanyangi kyuhyun, aku tak mau kehilangannya lagi, dia sahabat
terbaik yang aku punya oppa.” ucapku sembari tersenyum padanya.
“Hye ra-ah.” ucap
donghae oppa, dia tersenyum manis, senyum yang memabukan.
“kau dari tadi
disini?” tanyanya lembut, aku mengangguk.
“aku tak tega
membangunkanmu, oppa.”
“oh begitu, oh ya
apa itu yang kau bawa? ah ini, ini bekal ku saat kerja, namun tak sempat
kumakan.” aku meletakan tas berisi kotak makanan di pangkuanku.
“oppa lapar, apa
kau mau memakaannya bersamaku?” tanyanya, aku mengangguk.
“apa kau suka
telur dadar?” aku membuka kotak makananku, isinya 2 potong telur dadar,
beberapa sosis dan nasi.
“tentu.” jawabnya
singkat lalu memakan makanan yang kubawa.
“kau menyukai cho
kyuhyun?” tanya donghae oppa. Aku mengangguk pelan.
“iya oppa, aku
menyayanginya sebagai ‘sahabat’ tidak lebih.” aku memasukan sepotong sosis
kemulutku.
“jhinja? tidak
sebagai pacar mungkin?” donghae oppa masih saja menanyakan hal itu, kali ini
aku menggeleng.
“17 tahun
bersamanya, tak bisa mengubah perasaanku menjadi cinta, oppa. Hanya ada rasa
sayang, rasa sayang kepada seorang kakak.” jelasku, donghae oppa mengangguk
mengerti.
“kalo begitu,
maukah kau menjadi sahabatku?” dia tersenyum manis sembari menunjukan jari
kelingkingnya.
“tentu, kenapa
tidak?” kataku ceria lalu menjabat kelingkingnya dengan kelingkingku.
...................................
“ Park Hye
Ra!!!!!” teriak seorang namjha, kyuhyun, siapa lagi?
Dengan semangatnya
namjha stres ini menggedor-gedor pintu kamarku, membuatku emosi.
“hyakkkk!! cho
kyuhyun!! apa yang kau lakukan ha?!” teriakku murka setelah membuka pintu
kamarku, kyuhyun hanya tertawa puas.
“membangunkanmu.”
katanya singkat, lalu duduk di depan tv. Aish! kalau bukan sahabatku sudah ku
penggal kepalannya dengan samurai.
“heh cho setan,
ini hari libur, aku ingin tidur, kenapa kau malah membangunkanku?” kataku
kesal.
“ah mianhae hye
ra-ah, aku tidak tau.” katanya polos, dia benar-benar membuatku naik darah.
“heh kalian masih
saja berkelahi.” hye jae oppa sudah berdiri didepan pintu apartemenku.
“oppa, kau yang
memberitahu password apartemenku?” tanyaku pada hye jae oppa.
“ne. hehehe.” dia
tertawa, yatuhan kenapa mereka berdua sama-sama memiliki sifat setan?
.................
3 hari ini setiap
aku ketaman, tak ada lagi namjha yang duduk dibawah pohon ek itu. Aku takut,
dia menghilang, pergi, meninggalkanku.
Sejak pertemuanku
dengan donghae oppa di taman ini , aku memang selalu datang ke taman, duduk
dibawah pohon ek, mengobrol, ya meskipun dia tertidur, dan aku seperti bicara
sendirian, tapi aku senang bisa dekat dengannya.
hari ini aku
kembali ke taman itu, pukul 1 siang seperti biasa, dan donghae oppa, duduk
bersender di batang pohon ek itu, dengan headphone di telinganya seperti
biasanya.
“oppa.” aku
menggoyangkan bahunya pelan, dia membuka matanya, tersenyum.
“waeyo?” tanyanya
lembut.
“ah aniyo oppa,
aku hanya ingin tau apa musik yang sedang kau dengarkan.” kataku perlahan. Dia
menggeleleng.
“judulnya Love
song, tapi lagu ini rahasia, hanya aku yang boleh mendengarkannya.” katanya,
senyuman jail terukir di bibir merahnya, aku mencubit lengannya pelan.
“yak ! oppa
jahat.” aku cemberut.
“mianhae, tapi
oppa benar-benar tidak bisa memberitahunya.”
Aku hanya
menggembungkan pipiku, tuhan! aku benar-benar tidak kuat jika selalu
didekatnya. Jantungku berdetak sangat cepat. Kurasa aku menyukainya..
KYUHYUN POV
1 bulan ini Hye
Ra ke Taiwan, urusan pekerjaan. Aku benar-benar takut kehilangannya, aku tak
mau dia meninggalkannku seperti dulu, setiap hari aku menelfonnya, memintanya
cepat pulang.
“hyung, kau tau
dimana hye ra?.” tanya hae hyung. Tumben sekali dia menanyakan hye ra?
“dia sedang ke
Taiwan hyung, dia disana 1 bulan.” jawabku, bisa kulihat raut kekecewaan di
wajahnya.
“ aku
merindukannya.” ucapnya lirih.
“tentu saja,
sahabat mana yang tidak merindukan sahabatnya sendiri?” ucapnya, hae hyung
tersenyum.
“aku akan
menelfonnya.” ucapnya ceria lalu segera mengambil ponselnya.
*1 bulan kemudian*
HYE RA POV
Akhirnya aku
sampai di Seoul, aku benar-benar rindu eomma dan appa, hye jae oppa, dan ahra
eonni, kyuhyun, dan donghae oppa. Semalaman aku melepas rindu dengan keluargaku
dan keluarga cho, sebenarnya aku lelah namun semuanya hilang saat berkumpul
bersama mereka.
Setelah semua
urusan di kantor selesai, aku segera pulang, eh bukan maksudku ke taman, aku
benar-benar rindu donghae oppa.
Sesampainya di
taman itu, aku tidak melihat seorang namjha duduk dibawah pohon ek itu,
melainkan aku melihat eunhyuk oppa yang sedang bersantai disebuah kursi dibawah
pohon besar, earphone terpasang di telinganya.
“hye ra?” dia
terkejut saat aku duduk disebelahnya.
“umm oppa, tumben
sekali oppa kesini?” tanyaku.
“oppa hanya bosan
di dorm, jadi oppa kesini, kau sedang apa disini?”
“aku memang
selalu kesini saat siang oppa, aku selalu bercerita dengan donghae oppa dibawah
pohon itu.” aku menunjuk tempat biasa aku dan donghae oppa bersama.
“oh hae, ya dia
memang selalu kesini, mendengarkan musik, menurutnya taman ini, sangat
sempurna, namun menurutku taman ini biasa saja. Kau tau apa yang dia suaki dari
taman ini?”
“mollayo, oppa.
Umm apa oppa tau love song? lagu yang selalu donghae oppa dengarkan?” tanyaku.
Kini eunhyuk oppa menggeleng.
“molla, dia tidak
pernah cerita padaku, aku rasa dia merahasiakannya dari semua orang tentang
love song itu.”
Aku hanya
menggembungkan pipiku, aku benar-benar penasaran tentang love song itu.
“oh ya oppa,
kemana donghae oppa? aku tidak melihatnya?” tanyaku.
“dia di Taiwan,
promosi drama barunya. Tidak lama, hanya 3 hari.” Aku mengangguk mengerti.
3 hari berlalu,
selama itu Eunhyuk oppa lah yang menemaniku setiap aku ke taman, dia bilang
donghae oppa yang menyuruhnya. Aku benar-benar bingung dengan sifat donghae
oppa.
Siang ini, aku
kembali ke taman itu, dan melihat sepasang sepatu di balik pohon ek besar, dia
sudah kembali.
Aku buru-buru
mendekat dan duduk disampingnya, seperti biasa matanya terpejam, tubuhnya
bersender di batang pohon yang besar, angin sepoi-sepoi menerbangkan sedikit
poninya, membuatnya semakin berkharisma.
“oppa,
bhogosipeo. Jeongmal bhogosipeo.” kataku. Namun percuma saja, donghae oppa
tidak bisa mendengarnya, earphonenya masih terpasang di telinganya.
Aku memandang
wajahnya, tampan, dan senyuman ramahnya membuat hatiku luluh. Tak sadar
tanganku membelai lembut pipinya yang mulus, dia tak bergerak, tetap tidur
dengan damainya.
Tiba-tiba tangan
donghae oppa menahan pergelangan tanganku yang membelai pipinya, dia terbangun,
dengan senyuman mengembang di bibirnya.
“sudah lama kau
menunggu bangun?” tuhan! aku bahkan rindu desah nafasnya.
“tidak juga oppa,
umm apa oppa tidak merindukanku?” tanyaku jahil.
“tentu saja aku
merindukanmu.” donghae oppa menarik tanganku dan membawaku ke pelukannya yang
hangat, dan nyaman. Aku berharap waktu berhenti sekarang, agar aku selamanya
bersamanya, aku mencintainya, sangat mencintainya.
“aku juga
merindukanmu, ikan oppa.” ucapku sambil tertawa, dia juga ikut tertawa.
Tuhan, kumohon
jangan sampai mulutku ini mengucapkan kata ‘saranghae’ padanya, aku belum
sanggup kehilangannya, aku tak mau dia membenciku gara-gara aku mencintainya,
aku takut persahabatan kami hancur gara-gara perasaanku, aku tak mau dia
membenciku. Aku takut jika dia tau perasaanku dia meninggalkanku, menjauhiku,
aku takut tak bisa melihat senyumannya lagi, aku takut tak bisa duduk ditaman
ini dengannya lagi.
“yak ! kenapa kau
menangis he?” donghae oppa, menghapus air mataku yang membasahi pipiku.
“aku senang bisa
bertemu denganmu oppa.”
“oppa juga senang
bisa bertemu denganmu lagi, umm bagaimana kalo besok kita jalan-jalan?.”
“tentu saja, aku
mau oppa.” jawabku senang.
“baiklah besok
pagi oppa akan menjemputmu.” dia tersenyum, menampakan deretan giginya. Membuat
jantungku berdetak kencang.
“umm, bagaimana
kalo oppa mengantarmu pulang?”.
“apa tidak
merepotkanmu, oppa?”
“tidak, ayo!.”
donghae oppa menarik tanganku, menggandeng lenganku.
Berjalan kaki bersamanya
benar-benar membuatku gugup, badannya yang tinggi, membuatku harus mendongak
agar bisa menatap wajahnya. Sepanjang perjalanan ini
setiap yeojha
yang berpapasan denganku, selalu menatapku aneh, mungkin mereka iri, aku saja tidak percaya bisa
bergandengan tangan seperti ini dengannya.
..................................
“umm masih pagi
seperti ini kita mau kemana oppa?” tanyaku pada donghae oppa, kami naik taksi
tentu saja, dia kan tidak mahir dalam hal menyetir.
“ke pantai saja,
bagaimana?” usulnya, aku mengangguk.
tak lama, kami
pun sampai di pantai, suasanya sepi, ya! karena ini bukan hari libur. Aku dan
donghae oppa berjalan dipanjang pantai, tertawa, bercerita. Aku sangat nyaman
berada di sisinya.
setelah itu, kami
ke kebun binatang, lalu makan siang, dan terakhir kami ke sebuah pusat
perbelanjaan di seoul.
“donghae.” panggil
seseorang saat aku dan donghae oppa berada di salah satu toko baju.
“jessica.
Annyong.” sapa donghae oppa ramah, aku sedikit tidak suka dengan sifanya yang
terlalu ramah dengan semua yeojha.
“bhogosipeo.”
ucap jessica lalu memeluk donghae oppa, yeojha itu, yeojha itu cantik, tinggi,
aku benar-benar iri dengan kecantikannya.
Aku tak sanggup
melihat pemandangan ini, aku berjalan menjauhi mereka, aku mencoba untuk tidak
meneteskan air mata, aku bergegas naik taksi dan pulang ke aparetement.
“kau kenapa? kau
menangis?” tanya kyuhyun setelah aku sampai di apartement, kebetulan dia sedang
berada di apartement hye jae oppa.
“ann..aniyo
oppa.” suaraku bergetar menahan tangis.
“kau jangan
berbohong, hye ra-ah.” kyuhyun mengusap air mataku, lalu tersenyum, senyuman
yang menenangkanku.
“aku masuk dulu
oppa, aku lelah.” ucapku lalu berlari masuk kamar.
Drtttdrttt!
ponselku bergetar. Kulihat nama yang tertera di layar ‘donghae oppa’
“yoboseyo.”
ucapku.
“yak ! kenapa kau
meninggalkan oppa heh? oppa benar-benar kehilangannmu, kau pulang tidak pamit!
oppa hampir saja lapor polisi.” ucapnya marah, maafkan aku oppa.
“mianhae oppa,
tadi aku benar-benar pusing, aku ingin istirahat.” ucapku berbohong.
“ne, arrasho,
yasudah kau istirahatlah, annyong.” Donghae oppa pun menutup sambungannya, aku
menghapus beberapa air mata yang mengalir di pipiku.
........................................
Aku berlari cepat
ke arah taman, tepat pukul 1 siang, aku mencari sosok namjha itu.
Namjha yang
bersender di bawah pohon besar, dengan earphone di telingannya. Dia masih
terlelap, matanya terpejam, wajahnya sangat damai, benar-benar menggodaku.
“oppa, maafkan
aku, aku membohongimu kemarin, aku tidak pusing, aku..aku cemburu melihatmu
dengan yeojha itu.” ucapku gugup, walaupun aku tau donghae oppa tak akan
mendengarnya.
“kau tau oppa?
aku menyukaimu sejak pertama bertemu di depan rumah kyuhyun, jantungku berdetak
cepat jika dekat denganmu. Tapi aku takut..aku takut mengucapkan perasaanku ini
padamu, oppa. Aku akut persahabatan kita selama ini hancur, aku takut kau
membenciku, aku tak mau kau pergi, dan aku tak bisa melihat senyumanmu lagi,
dan duduk di bawah pohon ek ini denganmu.” Aku menggigit bibir bawahku, agar
air mata ini tak menetes.
“saranghae.”
ucapku perlahan.
Aish ! Yeojha
pabo! kenapa aku tidak bisa menahannya? Jika kau mendengar ini kau akan
membenciku oppa? aku belum siap jika kau benar-benar membenciku.
Aku berdiri dari
dudukku, melangkah menjauhi donghae oppa yang masih terlelap.
Tiba-tiba ada
tangan yang menahan langkahku, dan dia memelukku erat dari belakang. Hangat
sangat hangat.
“khajima (jangan
pergi)” ucap donghae oppa lembut. Dagunya ada di bahuku, nafasnya menggelitik
leherku.
“aku sudah tau
perasaanmu, hye ra-ah.”
DEG !
Aku sangat kaget
mendengar ucapannya, seketika tubuhku lemas, dan air mata yang selama ini
kutahan, menetes juga, apa kau membenciku oppa?
“ja..jadi kau
tidak tidur? kau mendengar semuanya, oppa?”
“ne, aku
mendengar semuanya. Sudahlah jangan menangis.” donghae oppa menghapus air mata
di pipiku, dan melepaskan pelukannya, menatapku lembut seraya mengelus puncak
kepalaku, nyaman.
“Aku tidak
membencimu, berhentilah menangis.” donghae oppa menaikkan daguku, tersenyum.
“na dho.” ucapnya
lembut.
Aku tersenyum,
bahagia, sangat bahagia.
.....................................................
Pagi hari di
musim semi, donghae oppa mengajakku ke taman biasa, duduk dibawah pohon ek itu,
seperti biasa.
“hye ra-ah.”
panggilnya, aku menoleh.
“uhm?”
“apa kau mau tau
rahasia dai love song?” tanyanya, aku mengangguk, dengan cepat dia melepaskan
earphone yang sedari tadi menggantung di lehernya, ke telingaku.
Hening, aku
mencoba mendengarnya, namun tak ada alunan musik seperti lagu-lagu biasanya.
Aku menatapnya bingung.
“hyak! oppa ! kau
membohongiku heh?” ucapku kesal.
“love song hanya
terdengar pada jam 1 siang, seorang gadis akan datang padaku, dan bernyanyi
untukku, suaranya lembut, menenangkan hatiku, lagunya yang sangat indah,
terkadang aku takut untuk bangun, takut alunan musik itu berhenti.” ucapnya.
Aku terdiam
sejenak, meresapi kata-katanya. Jadi? Selama ini Love song itu suaraku? suaraku
yang selalu bercerita dengannya pada siang hari? Aku menatapnya kaget.
“kau suka lagu
itu, chagy?” tanyanya, tangannya menggenggam tanganku lembut.
“Hye Ra-ah
saranghaeyo..”
aku tersenyum
mendengar ucapannya, membuat hatiku tenang, dan rasa hangat mengalir deras di
pembuluh darahku.
“na dho.” jawabku
seraya mengecup pelan pipinya.
(epilog)
1 minggu kemudian
kakakku Hye Je menikah dengan kakak kyuhyun, Ahra eonni. Aku senang, sangat
senang, kyuhyun senang sekali mempunyai adik ipar sepertiku. Kyuhyun juga
bertunangan dengan seorang yeojha, Hye Mi, temanku di Jepang, eku tidak tau
dari mana dia mengenal hye mi, namun aku senang, hye min gadis baik dan lembut,
semoga saja dia bisa sabar menghadapi namjha setan seperti kyuhyun. Donghae
oppa juga dengan cepat melamarku, kami menikah 1 bulan kemudian, tidak ada
waktu pacaran bagi kami, ya semua ini berjalan begitu cepat. Sampai saat ini,
lagu favorit donghae oppa tak pernah berubah, Love song.
END











0 komentar:
Posting Komentar