Pages

Jumat, 27 Januari 2012



Anisa Noor Aulia :)

Henry Lau (traditional Chinese: ; simplified Chinese: ; pinyin: Liú Xiànhuá; Cantonese Yale: Làuh Hinwàh; born October 11, 1989), better known simply as Henry, is a Chinese Canadian singer and songwriter. He is best known as a member of the Mandopop boy band Super Junior-M.


Lee Dong-hae (born October 15, 1986), better known simply as Donghae, is a South Korean singer-songwriter and actor. He is best known as a member of the K-pop boy band Super Junior and its subgroup, Super Junior-M
Lee Hyuk-jae (born April 4, 1986), better known by his stage name Eunhyuk, is a South Korean singer, rapper, and actor. He is best known as a member of the K-pop boy band Super Junior and its subgroups, Super Junior-T and Super Junior-Happy. Currently, he is one of the two new additions to Super Junior's Mandopop subgroup, Super Junior-M.


Kamis, 26 Januari 2012


 A Love Song

Tittle : A Love Song

Author : Anisa N. Aulia (Lee Hye Bin)

Genre : Romance, friendship.

Cast :

-          Park Hye Ra     
-          Cho Kyuhyun   
-          Lee Donghae    
-          Lee Hyuk Jae     
_     Park Hye Jae
-           Super Junior    






Seoul, 11 Januari 2007

HYE RA POV

Aku berjalan keluar sekolahku, yap ! aku masih duduk dibangku SMA. Berjalan, mencari seseorang.

“kau mencari siapa?” seseorang menepuk bahuku, aku menoleh, Kyuhyun.

“aku mencarimu, oppa (kakak).” aku tersenyum.

Cho kyuhyun, sahabatku, sahabat terbaik yang aku miliki, kami berteman sejak kami masih kanak-kanak, bahkan ibuku dan ibunya sangat dekat, keluargaku dan keluarganya sudah bersahabat sejak lama, umur Kyuhyun 2 tahun lebih tua dariku, aku menyayanginya, tentu saja, aku bahkan tak pernah berniat meninggalkannya, 17 belas tahun bersamanya, menjalani hariku dengannya. Aku bahkan masih ingat saat aku pertama kali masuk sekolah dasar, ada serombongan anak laki-laki yang menyembunyikan sepatuku, kyuhyun yang saat itu kelas 3, kakak kelasku, dengan baiknya menolongku, mengancam anak-anak nakal itu agar tidak menggangguku.

“baiklah, ayo kita pulang.” ucapnya.

“andwe (tidak mau), temani aku dulu ke taman oppa.” rengekku.

“yak ! kau ini ! kau ingin menghabiskan waktuku heh? aku bahkan belum mengerjakan tugas kuliahku.” ucapnya kesal, seperti biasa, aku bahkan sudah hafal betul sifatnya yang seperti setan.

“yasudah.” aku cemberut, dan hendak meninggalkannya, namun dengan sigap dia menarik tanganku.

“aku hanya bercanda, hye ra-ah.” dia tersenyum manis.

Taman ini, aku menemukannya saat aku baru saja lulus sekolah dasar, sejak saat itu aku dan kyuhyun selalu ke taman ini.

Seperti biasa, kami tiduran di bawah pohon ek besar, tempat favorit kami, disini sangat sejuk, angin sepoi-sepoi yang berhembus membuat kami damai.

“bagaimana sekolahmu? apa guru matematika galak itu menyusahkanmu? memberi PR sulit?” tanya kyuhyun. Dia memang selalu mengajariku, aku bahkan lebih mengerti jika dia yang mengajariku pelajaran, bukan guruku.

“ne (iya), PR yang menyusahkan, aku bahkan tidak makan malam demi mengerjakan tugas itu.”

“yak ! kau kenapa tidak menelfonku? aku akan segera kerumahmu, dan mengajarimu, dengan begitu kau tidak melewatkan makan malammu.” katanya cemas.

“mianhae (maaf) oppa, aku hanya tidak mau menyusahkanmu, aku tau kau pasti sudah pusing dengan tugas kuliahmu.”

“tidak, tentu saja, aku bahkan senang bisa mengajarimu, kau kan phabo (bodoh) hahaha.”

“yak ! cho kyuhyun! kau mau mati ha?” ucapku garang, dia tertawa hebat.

“mian, kenapa kau masih saja emosian ha?”.

“kau yang menyebalkan, oppa.” aku memukul pelan lengannya.

“hahaha, yasudah, ayi kita pulang.” dia berdiri dari tidurnya.

“pulang? aku masih ingin disini oppa. Aku tidak mau pulang, perasaanku tidak enak.”
kataku, entah kenapa, aku takut sekali pulang, aku takut tak bisa bertemu kyuhyun lagi, melihat senyumannya, dan tiduran dibawah pohon ek ini.

“eomma (ibu) mu pasti khawatir, tidak enak? waeyo (kenapa)?” tanyanya. Aku menggeleng.

“molla (entahlah).” jawabku. Dengan malaspun aku bangun dan berdiri disampingnya.

“percayalah, semuanya akan baik-baik saja, kita akan bertemu lagi besok, dan bercerita disini lagi.”

“ne, oppa.”

Kyuhyun lalu mengantarku sampai depan rumah, rumahku dan rumahnya tak terlalu jauh, hanya ada dua rumah diantaranya.

“Eomma.” panggilku setelah masuk rumah, kyuhyun tak sempat mampir, mengerjakan tugas kuliah, katanya.

Aku melihat banyak sekali kardus, berukuran besar dan sedang, aku bingung, sangat bingung.

“eomma, untuk apa kardus-kardus itu?” tanyaku, eomma ku yang keluar dari kamarnya hanya tersenyum.

“itu barang-barangmu, eomma, appa (ayah), dan Hye Jae.” katanya.

Park Hye Jae, kakakku, umurnya 3 tahun lebih tua dariku, sekarang dia kuliah, dialah yang akan mewarisi perusahaan milik keluarga kami.

“memangnya kita mau kemana?” tanyaku semakin bingung.

“kita akan pindah ke Jepang, appa mempunyai perusahaan baru disana, kakakmu juga akan kuliah disana, eomma sudah menyiapkan sekolahmu disana.”

Mwo (apa) ? ke Jepang? andwe!

“ tapi kenapa mendadak begini eomma?”

“eomma sudah memberi tahumu seminggu yang lalu.”

“tapi, aku belum sempat memberitahu kyuhyun oppa, ahra eonni, dan teman-temanku.” kataku perih.

“tidak perlu, kakakmu sudah memberitahu mereka semua. Yasudah segeralah bersiap-siap, kita akan ke bandara satu jam lagi.” kata eomma.

Aku hanya menunduk, sedih, meninggalkan kota yang indah ini, meninggalkan semua kenanganku, meninggalkan Cho Kyuhyun.


Tokyo, Jepang.

Aku hanya memandangi langit kota tokyo yang terang di kelilingi beribu bintang yang berkelap-kelip. Beribu bintang, sama seperti beribu kenanganku di Korea.

“Hye ra-ah, kau belum tidur?” Hye Jae oppa duduk disampingku.

“Ne oppa, aku hanya belum siap untuk pindah.” kataku sedih.

“percayalah, Tokyo tak semenyeramkan bayanganmu, anggaplah Tokyo ini Seoul.” katanya manis sesekali membelai lembut rambutku.

“entahlah oppa.”

“sekarang tidurlah, ini pukul 11 malam, kau besok harus kesekolah barumu.” katanya lalu keluar dari kamarku.

esoknya..

Aku berjalan menyusuri koridor sekolahan ini, sekolah yang bagus, hingga sampailah di kelasku. Seorang guru yang cantik mempersilahkan aku duduk, aku belum terlalu fasih berbahasa Jepang. Aku duduk disebelah gadis cantik.

“annyong, Hye Mi imnida.” katanya, jadi dia orang korea?

“naega Hye Ra imnida, Khamsanhamida.” aku tersenyum.

“tenang saja, aku akan mengajarimu bahasa Jepang, aku akan menjadi temanmu.” katanya manis.

“gumawo (terimakasih)” kataku.

KYUHYUN POV

“yak ! kyu kenapa kau makan lahap sekali ha? kau lapar?” tanya ahra noona.

“aku harus segera kerumah hye ra.”

“hye ra? jadi kau belum tau?” noonaku menaikan sebelah alisnya.

“belum tau? belum tau apa?” kataku sambil memasukan sepotong roti kemulutku.

“hye ra sudah pindah ke Jepang kemarin.”

“uhuk ! uhuk ! .” ucapan noonaku sukses membuatku tersedak.

“ini minum dulu.” aku langsung menyambar segelas air yang diberikan ahra noona.

“noona, apa kau serius? hye ra pindah? kenapa tidak memberitahuku?”

“iya kyu, tapi kemarin siang Hye Jae oppa kesini untuk pamit.”

DEG !

Jadi Hye ra? kenapa kau tidak pamit kepadaku hye ra? kau anggap apa aku selama ini? Pantas saja saat kau di taman kau tidak ingin pulang. Kenapa kau tega sekali? kau jahat hye ra!


*3 Tahun kemudian*

HYE RA POV

Angin segar ini benar-benar kurindukan, langit kota Seoul cerah sama seperti aku lihat 3 tahun lalu.

“welcome back.” teriak hye jae oppa, ya! dia memang sedikit lebay.

“yak ! oppa! kau mau membuatku tuli ha?” ucapku kesal, dia hanya menggembungkan pipinya.

“kalian masih saja berkelahi.” ucap appa.

Selesai kuliah di Jepang, appa menyuruhku bekerja di perusahaanya di Seoul bersama hye jae oppa, senang? tentu saja ! aku tidak sabar bertemu kyuhyun, sahabatku, apa dia masih mengingatku? aku akan meminta maaf padanya, beribu maaf, karena telah meninggalkannya.

“ini apartemenmu, Hye ra.” ucap appa, sembari memberiku kuitansinya.

“ne, appa.” kataku.

“Hye ra!! ini apartemen oppa, umm sering-sering saja kau main ke apartemen oppa ya, tapi ingat ! harus membawa makanan.” teriak hye jae oppa, yak ! seenak rambutnya dia menyuruhku seperti itu! jika dia bukan oppaku yang tampan sudah kulempar jauh-jauh dia.

Aku masuk apartementku, dan langsung merebahkan tubuhku di tempat tidur, nanti malam aku harus kerumah kyuhyun.

......................

Rumah ini masih sama seperti dulu, hawa damai tercium saat aku melangkahkan kakiku ke dalam.

tok tok !

Lalu terbukalah pintu rumah itu, gadis cantik yang membukakannya, senyuman manisnya yang sangat kurindukan.

“eonni (kakak).....” teriakku lalu memeluknya, dia hanya menganga, terkejut kurasa.

“hye ra? ini kau? “ tanyanya.

“Ne, eonni, ini aku Park Hye Ra, bhogosipeo (aku merindukanmu) ahra eonni.” kataku sambil melepaskan pelukannya.

“na dho (aku juga) baiklah ayo kita masuk.” tanganya menggandengku, aku duduk di sofa ruang tamunya, masih seperti dulu.

“ceritakan pada eonni semuanya.” katanya, aku mengangguk.

Kira-kira sudah satu jam aku bercerita tentangku di Jepang, dan tentang ahra eonni, kyuhyun tentu saja, ternyata kyuhyun bergabung di grup Super Junior, aku pernah mendengarnya, Hye mi yang menceritakannya.

“noona, apa kau masak? aku laparrr!.” suara itu ! suara yang kunanti 3 tahun ini, aku menoleh ke arah sumber suara, namjha (pria) itu berdiri persis disampingku, dia sangat terkejut. Kyuhyun? benarkah itu kau? namjha yang sangat kurindukan itu semain tampan, badannya tidak lagi jangkung seperti dulu, sekrang lebih berisi, kuarsa dia rajin berolah raga, rambutnya kini berwarna coklat kemerahan, tidak seperti dulu hitam dan selalu berantakan.

“oppa.” ucapku, aku merindukannya, sangat.

“kenapa kau disini?” tanyanya sinis.

DEG !

Dia membenciku?

“kyu kenapa kau bicara seperti itu?” ahra eonni membelaku. Kyuhyun tersenyum sinis kepadaku.

“kenapa kau kembali ke Seoul? kau ingin menyakitiku lagi hah? meninggalkanku lagi?” ucapnya lalu pergi meninggalkanku, aku hanya menunduk. Aku tidak menyangka dia sangat membenciku, namun aku melihat secercah kerinduan di matanya saat menatapku.

“maafkan dia hye ra, dia..”

“ne eonni, aku lelah, aku pulang dulu ya.” ucapku dan mencoba tersenyum, aku segera berlari keluar rumah kyuhyun. Sakit ! sangat sakit ! aku tidak sanggup kehilanganmu, kyuhyun, tak mudah mencari sahabat sepertimu.

“hey nona! kau mau mati heh?” teriak seorang namjha, ya sejak keluar dari rumah kyuhyun, aku berjalan sempoyongan, dan ternyata aku jalan hampir di tengah jalan raya.

Namjha itu menarikku, mengusap air mata yang sedari tadi mengalir di pipiku.

“gumawo.” ucapku lirih, dia tersenyum. Entah kenapa senyumannya membuat hatiku tenang.

“namamu siapa?” tanyanya ramah.

“park hye ra imnida.” aku mencoba tersenyum.

“naega Lee donghae imnida.” dia tersenyum lagi, jantungku semakin berdegup kencang.

“jangan menangis lagi, arrasho?” dia mencubit pipiku gemas, aku tersenyum.

“hyung ! aku sudah membawa makanan, ayo kita ke dorm!” kyuhyun sudah berdiri disamping namjha baik itu.

“kau ! sedang apa kau bersama donghae hyung?” tanya kyuhyun sinis. Aku tak sanggup menahan air mataku.

“oppa, sebegitukah kau membenciku?” tanyaku, suaraku bergetar.

“kyu, ada apa ini? kenapa kau memarahinya?” donghae menatap kyuhyun bingung.

“dia, dia yeojha yang kuceritakan padamu, sahabat macam apa yang meninggalkan sahabatnya? pergi tanpa pamit? menghilang selama 3 tahun?”

DEG ! dadaku semakin terasa sakit.

“oppa, aku sungguh tidak tau hari itu aku akan ke Jepang, minhae oppa, jeongmal mianhae.” aku menarik tangan kyuhyun, namun dengan cepat kyuhyun menampis tanganku.

“kau tau? aku seperti hancur saat kepergianmu! aku seperti gedung tanpa tiang penyangga, hancur !.” katanya tajam, aku bisa melihat air mata menetes dari mata indahnya.

“oppa, mianhae, aku harus bagaimana lagi meminta maaf padamu?”.

“kau fikirkan saja sendiri !” kyuhyun menarik tangan donghae lalu membawanya masuk mobil, dan dengan segera melesat cepat, meninggalkanku,


KYUHYUN POV

kenapa hye ra muncul lagi di kehidupanku? tak sadarkah dia menyakitiku?

“hyung, kau seharusnya tidak bersikap seperti itu pada hye ra.” ucap hae hyung. Si ikan (?) ini ngomong apa?

“kau ngomong seperti itu karena kau tidak merasakannya, hyung !” ucapku kesal.

“dia itu yeojha hyung, hatinya sangat rapuh, aku yakin selama di Jepang pun dia hancur, sama sepertimu, kau tidak seharusnya membentaknya seperti tadi, perasaannya pun sangat sakit.”

aku terdiam mendengar ucapan hae hyung, benar juga, hye ra juga pasti akan merasakan apa yang kurasakan. Maafkan aku hye ra.

HYE RA POV

sudah satu minggu, aku di seoul, aku sudah mulai sibuk dengan pekerjaanku di perusahaan milik appa, hari ini eomma mengajakku dan hye jae oppa berkunjung ke rumah keluarga cho.

eomma ku eommanya ahra eonni sedang mengobrol, sedangkan hye jae oppa mengobrol ria bersama ahra eonni, aku curiga ahra eonni punya hubungan spesial dengan hye jae oppa, oppaku itu memang tampan, sangat tampan menurutku, namun dia menyebalkan, membuatku stres.

Aku memilih keluar rumah, dan duduk di taman, aku sangat suka taman belakang dirumah keluarga cho ini, dulu aku selalu bermain dengan kyuhyun disini.

“hye ra-ah.” seseorang memanggilku, aku menoleh.

“oppa.” aku tersenyum, dia membalas senyumku, jadi kyuhyun sudah memaafkanku?

“mianhae.” ucapnya lirih, aku tersenyum.

“gwenchana oppa. Oppa sudah memaafkanku?”

“ne, oppa sudah mendengar semua ceritamu dari ahra noona, maafkan aku, aku memang terlalu egois, aku tak memikirkan perasaanmu.” dia meraih tanganku, menggenggamnya, hangat, sangat hangat.

“jadi kau mau jadi sahabatku lagi?” tanyaku.

“lagi? jadi maksudmu setelah kau ke Jepang, aku memutuskan tali persahabatan kita?” tanya kyuhyun.

“aniyo oppa, umm, jadi ?”

“ya kita tetap sahabat.” dia tertawa riang, tawa yang sangat kurindukan.

“bhogoshipeo cho kyuhyun.” aku menarik tangannya, membawanya ke dalam pelukanku.

“na dho.” dia membalas pelukannku, pelukan yang hangat.

“hemm, aku akan mengajakmu ke suatu tempat.” kyuhyun tersenyum.

“kemana oppa? jangan ke tempat yang aneh-aneh.” aku menatapnya curiga.

“hyak ! kau curigaan sekali heh? aku namjha baik-baik !”. ucapnya garang. Ternyata sifatnya tidak berubah, bahkan sifat setannya masih ada.

..............

Kyuhyun mengajakku ke dorm super junior?

“annyong.” sapaku ramah, semua namjha menatapku dan kyuhyun aneh, aku jadi takut.

“siapa yeojha itu, hyung?” tanya namjha berambut pirang seperti pisang, senyumanya manis, aku sangat suka bentuk rahangnya.

“sahabatku, hyuk hyung.” ucap kyuhyun.

“Park Hye Ra imnida.” aku membungkuk.

“Hye ra-ah.” Donghae tersenyum, sekali lagi jantungku berdegup kencang.

“kau..hem aku harus memanggilmu apa?” tanyaku. Dia tertawa kecil.

“donghae oppa.” dia mengacak rambutku lembut, aku sangat suka senyumannya.

Aku lalu berkenalan dengan para namjha ini, dari sang Leader, Leeteuk oppa, lalu Heechul oppa, sungmin oppa, yesung oppa, eunhyuk oppa, ryeowook oppa, siwon oppa, shindong oppa. Mereka sangat menyenangkan.
...............

2 bulan berlalu, kyuhyun sama seperti dulu, hampir setiap hari jika tidak sedang tour dia ke Apartemenku, dan ternyata ahra eonni dan hye jae oppa sudah berpacaran, huaa! aku senang sekali mendengarnya, aku besyukur kakaku yang menyebalkan itu berpacaran denga ahra eonni yang sopan dan baik hati.

Pukul 1 siang, aku bergegas pulang dari kantorku, dan aku melewati sebuah taman yang tidak jauh dari apartemenku, ternyata apartementku dan dorm suju jaraknya tidak jauh, aku bisa saja berjalan kaki ke dorm, ini sangat kebetulan.

“donghae oppa.” ucapku saat melihat seorang namjha yang tengah duduk bersandar dibawah pohon ek besar, aku mendekatinya, duduk disampingnya.

“oppa.” panggilku, dia tak bergerak. Ah ternyata dia sedang tertidur. Aku tak tega membangunkannya.

“oppa aku sangat berterimakasih padamu, karena kau juga aku bisa berbaikan dengan kyuhyun, aku benar-benar menyanyangi kyuhyun, aku tak mau kehilangannya lagi, dia sahabat terbaik yang aku punya oppa.” ucapku sembari tersenyum padanya.

“Hye ra-ah.” ucap donghae oppa, dia tersenyum manis, senyum yang memabukan.

“kau dari tadi disini?” tanyanya lembut, aku mengangguk.

“aku tak tega membangunkanmu, oppa.”

“oh begitu, oh ya apa itu yang kau bawa? ah ini, ini bekal ku saat kerja, namun tak sempat kumakan.” aku meletakan tas berisi kotak makanan di pangkuanku.

“oppa lapar, apa kau mau memakaannya bersamaku?” tanyanya, aku mengangguk.

“apa kau suka telur dadar?” aku membuka kotak makananku, isinya 2 potong telur dadar, beberapa sosis dan nasi.

“tentu.” jawabnya singkat lalu memakan makanan yang kubawa.

“kau menyukai cho kyuhyun?” tanya donghae oppa. Aku mengangguk pelan.

“iya oppa, aku menyayanginya sebagai ‘sahabat’ tidak lebih.” aku memasukan sepotong sosis kemulutku.

“jhinja? tidak sebagai pacar mungkin?” donghae oppa masih saja menanyakan hal itu, kali ini aku menggeleng.

“17 tahun bersamanya, tak bisa mengubah perasaanku menjadi cinta, oppa. Hanya ada rasa sayang, rasa sayang kepada seorang kakak.” jelasku, donghae oppa mengangguk mengerti.

“kalo begitu, maukah kau menjadi sahabatku?” dia tersenyum manis sembari menunjukan jari kelingkingnya.

“tentu, kenapa tidak?” kataku ceria lalu menjabat kelingkingnya dengan kelingkingku.

...................................

“ Park Hye Ra!!!!!” teriak seorang namjha, kyuhyun, siapa lagi?

Dengan semangatnya namjha stres ini menggedor-gedor pintu kamarku, membuatku emosi.

“hyakkkk!! cho kyuhyun!! apa yang kau lakukan ha?!” teriakku murka setelah membuka pintu kamarku, kyuhyun hanya tertawa puas.

“membangunkanmu.” katanya singkat, lalu duduk di depan tv. Aish! kalau bukan sahabatku sudah ku penggal kepalannya dengan samurai.

“heh cho setan, ini hari libur, aku ingin tidur, kenapa kau malah membangunkanku?” kataku kesal.

“ah mianhae hye ra-ah, aku tidak tau.” katanya polos, dia benar-benar membuatku naik darah.

“heh kalian masih saja berkelahi.” hye jae oppa sudah berdiri didepan pintu apartemenku.

“oppa, kau yang memberitahu password apartemenku?” tanyaku pada hye jae oppa.

“ne. hehehe.” dia tertawa, yatuhan kenapa mereka berdua sama-sama memiliki sifat setan?

.................

3 hari ini setiap aku ketaman, tak ada lagi namjha yang duduk dibawah pohon ek itu. Aku takut, dia menghilang, pergi, meninggalkanku.

Sejak pertemuanku dengan donghae oppa di taman ini , aku memang selalu datang ke taman, duduk dibawah pohon ek, mengobrol, ya meskipun dia tertidur, dan aku seperti bicara sendirian, tapi aku senang bisa dekat dengannya.

hari ini aku kembali ke taman itu, pukul 1 siang seperti biasa, dan donghae oppa, duduk bersender di batang pohon ek itu, dengan headphone di telinganya seperti biasanya.

“oppa.” aku menggoyangkan bahunya pelan, dia membuka matanya, tersenyum.

“waeyo?” tanyanya lembut.

“ah aniyo oppa, aku hanya ingin tau apa musik yang sedang kau dengarkan.” kataku perlahan. Dia menggeleleng.

“judulnya Love song, tapi lagu ini rahasia, hanya aku yang boleh mendengarkannya.” katanya, senyuman jail terukir di bibir merahnya, aku mencubit lengannya pelan.

“yak ! oppa jahat.” aku cemberut.

“mianhae, tapi oppa benar-benar tidak bisa memberitahunya.”

Aku hanya menggembungkan pipiku, tuhan! aku benar-benar tidak kuat jika selalu didekatnya. Jantungku berdetak sangat cepat. Kurasa aku menyukainya..



KYUHYUN POV

1 bulan ini Hye Ra ke Taiwan, urusan pekerjaan. Aku benar-benar takut kehilangannya, aku tak mau dia meninggalkannku seperti dulu, setiap hari aku menelfonnya, memintanya cepat pulang.

“hyung, kau tau dimana hye ra?.” tanya hae hyung. Tumben sekali dia menanyakan hye ra?

“dia sedang ke Taiwan hyung, dia disana 1 bulan.” jawabku, bisa kulihat raut kekecewaan di wajahnya.

“ aku merindukannya.” ucapnya lirih.

“tentu saja, sahabat mana yang tidak merindukan sahabatnya sendiri?” ucapnya, hae hyung tersenyum.

“aku akan menelfonnya.” ucapnya ceria lalu segera mengambil ponselnya.

*1 bulan kemudian*

HYE RA POV

Akhirnya aku sampai di Seoul, aku benar-benar rindu eomma dan appa, hye jae oppa, dan ahra eonni, kyuhyun, dan donghae oppa. Semalaman aku melepas rindu dengan keluargaku dan keluarga cho, sebenarnya aku lelah namun semuanya hilang saat berkumpul bersama mereka.

Setelah semua urusan di kantor selesai, aku segera pulang, eh bukan maksudku ke taman, aku benar-benar rindu donghae oppa.

Sesampainya di taman itu, aku tidak melihat seorang namjha duduk dibawah pohon ek itu, melainkan aku melihat eunhyuk oppa yang sedang bersantai disebuah kursi dibawah pohon besar, earphone terpasang di telinganya.


“hye ra?” dia terkejut saat aku duduk disebelahnya.

“umm oppa, tumben sekali oppa kesini?” tanyaku.

“oppa hanya bosan di dorm, jadi oppa kesini, kau sedang apa disini?”

“aku memang selalu kesini saat siang oppa, aku selalu bercerita dengan donghae oppa dibawah pohon itu.” aku menunjuk tempat biasa aku dan donghae oppa bersama.

“oh hae, ya dia memang selalu kesini, mendengarkan musik, menurutnya taman ini, sangat sempurna, namun menurutku taman ini biasa saja. Kau tau apa yang dia suaki dari taman ini?”

“mollayo, oppa. Umm apa oppa tau love song? lagu yang selalu donghae oppa dengarkan?” tanyaku. Kini eunhyuk oppa menggeleng.

“molla, dia tidak pernah cerita padaku, aku rasa dia merahasiakannya dari semua orang tentang love song itu.”

Aku hanya menggembungkan pipiku, aku benar-benar penasaran tentang love song itu.

“oh ya oppa, kemana donghae oppa? aku tidak melihatnya?” tanyaku.

“dia di Taiwan, promosi drama barunya. Tidak lama, hanya 3 hari.” Aku mengangguk mengerti.


3 hari berlalu, selama itu Eunhyuk oppa lah yang menemaniku setiap aku ke taman, dia bilang donghae oppa yang menyuruhnya. Aku benar-benar bingung dengan sifat donghae oppa.

Siang ini, aku kembali ke taman itu, dan melihat sepasang sepatu di balik pohon ek besar, dia sudah kembali.

Aku buru-buru mendekat dan duduk disampingnya, seperti biasa matanya terpejam, tubuhnya bersender di batang pohon yang besar, angin sepoi-sepoi menerbangkan sedikit poninya, membuatnya semakin berkharisma.

“oppa, bhogosipeo. Jeongmal bhogosipeo.” kataku. Namun percuma saja, donghae oppa tidak bisa mendengarnya, earphonenya masih terpasang di telinganya.

Aku memandang wajahnya, tampan, dan senyuman ramahnya membuat hatiku luluh. Tak sadar tanganku membelai lembut pipinya yang mulus, dia tak bergerak, tetap tidur dengan damainya.

Tiba-tiba tangan donghae oppa menahan pergelangan tanganku yang membelai pipinya, dia terbangun, dengan senyuman mengembang di bibirnya.

“sudah lama kau menunggu bangun?” tuhan! aku bahkan rindu desah nafasnya.

“tidak juga oppa, umm apa oppa tidak merindukanku?” tanyaku jahil.

“tentu saja aku merindukanmu.” donghae oppa menarik tanganku dan membawaku ke pelukannya yang hangat, dan nyaman. Aku berharap waktu berhenti sekarang, agar aku selamanya bersamanya, aku mencintainya, sangat mencintainya.

“aku juga merindukanmu, ikan oppa.” ucapku sambil tertawa, dia juga ikut tertawa.

Tuhan, kumohon jangan sampai mulutku ini mengucapkan kata ‘saranghae’ padanya, aku belum sanggup kehilangannya, aku tak mau dia membenciku gara-gara aku mencintainya, aku takut persahabatan kami hancur gara-gara perasaanku, aku tak mau dia membenciku. Aku takut jika dia tau perasaanku dia meninggalkanku, menjauhiku, aku takut tak bisa melihat senyumannya lagi, aku takut tak bisa duduk ditaman ini dengannya lagi.

“yak ! kenapa kau menangis he?” donghae oppa, menghapus air mataku yang membasahi pipiku.

“aku senang bisa bertemu denganmu oppa.”

“oppa juga senang bisa bertemu denganmu lagi, umm bagaimana kalo besok kita jalan-jalan?.”

“tentu saja, aku mau oppa.” jawabku senang.

“baiklah besok pagi oppa akan menjemputmu.” dia tersenyum, menampakan deretan giginya. Membuat jantungku berdetak kencang.

“umm, bagaimana kalo oppa mengantarmu pulang?”.

“apa tidak merepotkanmu, oppa?”

“tidak, ayo!.” donghae oppa menarik tanganku, menggandeng lenganku.

Berjalan kaki bersamanya benar-benar membuatku gugup, badannya yang tinggi, membuatku harus mendongak agar bisa menatap wajahnya. Sepanjang perjalanan ini
setiap yeojha yang berpapasan denganku, selalu menatapku aneh, mungkin  mereka iri, aku saja tidak percaya bisa bergandengan tangan seperti ini dengannya.

..................................

“umm masih pagi seperti ini kita mau kemana oppa?” tanyaku pada donghae oppa, kami naik taksi tentu saja, dia kan tidak mahir dalam hal menyetir.

“ke pantai saja, bagaimana?” usulnya, aku mengangguk.

tak lama, kami pun sampai di pantai, suasanya sepi, ya! karena ini bukan hari libur. Aku dan donghae oppa berjalan dipanjang pantai, tertawa, bercerita. Aku sangat nyaman berada di sisinya.

setelah itu, kami ke kebun binatang, lalu makan siang, dan terakhir kami ke sebuah pusat perbelanjaan di seoul.

“donghae.” panggil seseorang saat aku dan donghae oppa berada di salah satu toko baju.

“jessica. Annyong.” sapa donghae oppa ramah, aku sedikit tidak suka dengan sifanya yang terlalu ramah dengan semua yeojha.

“bhogosipeo.” ucap jessica lalu memeluk donghae oppa, yeojha itu, yeojha itu cantik, tinggi, aku benar-benar iri dengan kecantikannya.

Aku tak sanggup melihat pemandangan ini, aku berjalan menjauhi mereka, aku mencoba untuk tidak meneteskan air mata, aku bergegas naik taksi dan pulang ke aparetement.

“kau kenapa? kau menangis?” tanya kyuhyun setelah aku sampai di apartement, kebetulan dia sedang berada di apartement hye jae oppa.

“ann..aniyo oppa.” suaraku bergetar menahan tangis.

“kau jangan berbohong, hye ra-ah.” kyuhyun mengusap air mataku, lalu tersenyum, senyuman yang menenangkanku.

“aku masuk dulu oppa, aku lelah.” ucapku lalu berlari masuk kamar.

Drtttdrttt! ponselku bergetar. Kulihat nama yang tertera di layar ‘donghae oppa’

“yoboseyo.” ucapku.

“yak ! kenapa kau meninggalkan oppa heh? oppa benar-benar kehilangannmu, kau pulang tidak pamit! oppa hampir saja lapor polisi.” ucapnya marah, maafkan aku oppa.

“mianhae oppa, tadi aku benar-benar pusing, aku ingin istirahat.” ucapku berbohong.

“ne, arrasho, yasudah kau istirahatlah, annyong.” Donghae oppa pun menutup sambungannya, aku menghapus beberapa air mata yang mengalir di pipiku.

........................................

Aku berlari cepat ke arah taman, tepat pukul 1 siang, aku mencari sosok namjha itu.

Namjha yang bersender di bawah pohon besar, dengan earphone di telingannya. Dia masih terlelap, matanya terpejam, wajahnya sangat damai, benar-benar menggodaku.

“oppa, maafkan aku, aku membohongimu kemarin, aku tidak pusing, aku..aku cemburu melihatmu dengan yeojha itu.” ucapku gugup, walaupun aku tau donghae oppa tak akan mendengarnya.

“kau tau oppa? aku menyukaimu sejak pertama bertemu di depan rumah kyuhyun, jantungku berdetak cepat jika dekat denganmu. Tapi aku takut..aku takut mengucapkan perasaanku ini padamu, oppa. Aku akut persahabatan kita selama ini hancur, aku takut kau membenciku, aku tak mau kau pergi, dan aku tak bisa melihat senyumanmu lagi, dan duduk di bawah pohon ek ini denganmu.” Aku menggigit bibir bawahku, agar air mata ini tak menetes.

“saranghae.” ucapku perlahan.

Aish ! Yeojha pabo! kenapa aku tidak bisa menahannya? Jika kau mendengar ini kau akan membenciku oppa? aku belum siap jika kau benar-benar membenciku.

Aku berdiri dari dudukku, melangkah menjauhi donghae oppa yang masih terlelap.
Tiba-tiba ada tangan yang menahan langkahku, dan dia memelukku erat dari belakang. Hangat sangat hangat.

“khajima (jangan pergi)” ucap donghae oppa lembut. Dagunya ada di bahuku, nafasnya menggelitik leherku.

“aku sudah tau perasaanmu, hye ra-ah.”

DEG !

Aku sangat kaget mendengar ucapannya, seketika tubuhku lemas, dan air mata yang selama ini kutahan, menetes juga, apa kau membenciku oppa?

“ja..jadi kau tidak tidur? kau mendengar semuanya, oppa?”

“ne, aku mendengar semuanya. Sudahlah jangan menangis.” donghae oppa menghapus air mata di pipiku, dan melepaskan pelukannya, menatapku lembut seraya mengelus puncak kepalaku, nyaman.

“Aku tidak membencimu, berhentilah menangis.” donghae oppa menaikkan daguku, tersenyum.

“na dho.” ucapnya lembut.

Aku tersenyum, bahagia, sangat bahagia.

.....................................................

Pagi hari di musim semi, donghae oppa mengajakku ke taman biasa, duduk dibawah pohon ek itu, seperti biasa.

“hye ra-ah.” panggilnya, aku menoleh.

“uhm?”

“apa kau mau tau rahasia dai love song?” tanyanya, aku mengangguk, dengan cepat dia melepaskan earphone yang sedari tadi menggantung di lehernya, ke telingaku.

Hening, aku mencoba mendengarnya, namun tak ada alunan musik seperti lagu-lagu biasanya. Aku menatapnya bingung.

“hyak! oppa ! kau membohongiku heh?” ucapku kesal.

“love song hanya terdengar pada jam 1 siang, seorang gadis akan datang padaku, dan bernyanyi untukku, suaranya lembut, menenangkan hatiku, lagunya yang sangat indah, terkadang aku takut untuk bangun, takut alunan musik itu berhenti.” ucapnya.

Aku terdiam sejenak, meresapi kata-katanya. Jadi? Selama ini Love song itu suaraku? suaraku yang selalu bercerita dengannya pada siang hari? Aku menatapnya kaget.

“kau suka lagu itu, chagy?” tanyanya, tangannya menggenggam tanganku lembut.

“Hye Ra-ah saranghaeyo..”

aku tersenyum mendengar ucapannya, membuat hatiku tenang, dan rasa hangat mengalir deras di pembuluh darahku.

“na dho.” jawabku seraya mengecup pelan pipinya.


(epilog)

1 minggu kemudian kakakku Hye Je menikah dengan kakak kyuhyun, Ahra eonni. Aku senang, sangat senang, kyuhyun senang sekali mempunyai adik ipar sepertiku. Kyuhyun juga bertunangan dengan seorang yeojha, Hye Mi, temanku di Jepang, eku tidak tau dari mana dia mengenal hye mi, namun aku senang, hye min gadis baik dan lembut, semoga saja dia bisa sabar menghadapi namjha setan seperti kyuhyun. Donghae oppa juga dengan cepat melamarku, kami menikah 1 bulan kemudian, tidak ada waktu pacaran bagi kami, ya semua ini berjalan begitu cepat. Sampai saat ini, lagu favorit donghae oppa tak pernah berubah, Love song.

END











Rabu, 25 Januari 2012

 Super Junior <3

Selasa, 24 Januari 2012