Pages

Minggu, 19 Februari 2012


Kamis, 02 Februari 2012


Tittle : Love and Rain
Cast :
 -Park Hyun Soo
             -Lee Hyuk Jae (Eunhyuk)
 -Park Jung Soo (Leeteuk)
             -Cho Kyuhyun

Genre : Romance, Sad.



Annyong!!!!! Saya kembali lagi dengan FF saya, kekeke. Padahal udah nyoba endingnya dibikin sad ending, tapi susah cuy ! Saya kan maunya akhir bahagia *plak*
Ceritanya si Hyun Soo itu adiknya Leeteuk oppa, ya walaupun kaga mirip, kekeke. Oh ya si Hyun Soo mukanya 11 12 sama Kim So Eun, wkwkwkwk. Cantik pastinya, yasudahlah gak usah banyak omong authornya.

Happy Reading :)



EUNHYUK POV


“Kau suka hujan, oppa?” tanya yeojha yang duduk disebelahku. Senyumannya mengembang. Membuatku gugup seketika.

“Tidak juga. Kau sendiri?” aku menoleh menatap matanya yang indah. Dia mengangguk pelan.

“Ne, aku sangat menyukai hujan.” pandangannya beralih menatap hujan yang sedang derasnya turun.

“Hyung, apa kau tidak syuting hari ini?.” tanya Leeteuk hyung, aku menggeleng. Dia terkesan seperti mengusirku.

“ani, aku kan sengaja kesini untuk bertemu Hyun soo.” ucapku jahil, yeojha yang sedari duduk disebelahku tertawa kecil. Tawa yang sangat menggemaskan.

“yak ! oppa, kenapa kau malah mengusir Hyuk Jae oppa?” Hyun Soo menarik-narik lengan kakaknya, ngambek seperti anak berusia 5 tahun, dia manis sekali.

“tidak, oppa hanya tidak mau dia bolos syuting gara-gara bertemu denganmu.” Teuk hyung membelai lembut rambut Hyun Soo. Membuatku sedikit iri, kenapa dia sangat beruntung, memiliki adik yang sangat manis seperti Hyun Soo.

“yasudah hyung, aku pulang dulu aku ada janji dengan Donghae hyung.” aku berdiri dari dudukku. Mengambil jaketku.

Hujan itu masih deras diluar sana. Aku tidak tau kenapa Hyun Soo sangat menyukai hujan, menurutku hujan menyebalkan, membuat basah, bahkan aku bisa membatalkan syuting gara-gara hujan. Kurasa dia punya kenangan tersendiri tentang hujan.

“hati-hati hyung.” Leeteuk hyung tersenyum, disampingnya berdiri Hyun Soo yang sama tersenyum.

“annyong.” ucapku lalu keluar dari rumah keluarga Park, berlari kecil menuju mobilku.


HYUN SOO POV

Sejak 5 bulan yang lalu saat hyuk jae oppa berkunjung kerumahku, seperti ada setetes air yang membasahi hidupku yang gersang ini, aku tak tau kapan tepatnya perasaan ini muncul. Yang aku tau, aku selalu suka senyumannya, aku nyaman jika dia dekatku. Apa ini yang dinamakan cinta?

“hyakk! Park Hyun Soo ! kau mau mengerjakan tugas ini tidak?” teriak Cho Kyuhyun. Yap ! sahabatku. Kami berteman sejak aku masih duduk dibangku Senior High School. Pertemanan kami berlanjut sampai kami kuliah.

“bisa tidak kau tidak berteriak di telingaku heh?!” teriakku murka. Lihatlah kelakuannya! sebentar saja aku tidak konsen mengerjakan tugas ini dia sudah memarahiku.

“kekeke, mianhae, Sudah kubilang jangan melamun ! aha ! aku tau kau pasti sedang memikirkan Eunhyuk hyung kan?” godanya, aish! ingin sekali kutebas kepalanya itu.

“hyak ! jangan bicara yang tidak-tidak ! cepat ajari aku bagaiman cara mengerjakan ini!” Sebuah buku rumus matematika tebal melayang kekepalanya. Kurasa wajahku mulai memerah sekarang.

“Aish ! dasar yojha pabo! jadi dari tadi aku menjelaskan sampai mulutku ini lelah, kau masih belum mengerti!” Dia menatapku tajam, huaaa ! jangan sampai aku tewas disini.

“mian..mianhae.” ucapku. Dia hanya mendengus kesal.

“baiklah, aku ulangi lagi.” dia kembali tersenyum, selamatlah aku.

.........................................

“dasar pabo ! kenapa kau berdiri disana heh?” Aku mendengar teriakan namjha. Aku menoleh kebelakang, tampak Eunhyuk oppa berdiri dibelakangku memegang sebuah payung.

Hujan deras ini, membuatku ingin bermain dibawahnya, aku ingat sekali saat aku kecil, aku dan Teuki oppa sering hujan-hujanan seperti ini.

“oppa? kapan oppa datang?” tanyaku heran. Dia bilang, dia ada acara di radio. Kenapa tiba-tiba kerumahku? Apa dia merindukanku?

“baru saja! kenapa kau berdiri di tengan hujan seperti itu heh?” dia lalu memberiku payung yang sedari tadi dipegangnya untuk melindungi dirinya dari guyuran hujan.

“aku sedang hujan-hujanan, wae oppa?” tanyaku polos.

“aish ! dasar pabo ! kalau kau sakit bagaimana ?!” dia menatapku lembut, tatapan matanya menghangatkanku meski aku diguyur hujan selebat ini.

“aish ! aku tidak akan sakit oppa! ini pakailah, aku tidak mau oppa yang sakit.” Aku membenarkan posisi payung yang sedari tadi memayungi kami.

“heh ! kenapa kau malah hujan-hujanan lagi?” Eunhyuk oppa berteriak frustasi saat aku berlari menjauhinya dan bermain dibawah guyuran hujan lagi.


.........................


“kenapa kalian berdua basah kuyup begitu?” tanya Leeteuk oppa heran.

“kami hujan-hujanan.” ucapku singkat. Lalu masuk kamarku, untuk mandi dan mengganti bajuku. Sebelum aku sakit karena kedinginan.

Setelah mengganti baju, aku segera menuju ruang tamu, disana Eunhyuk oppa tengah mengobrol dengan Leeteuk oppa.

“Hyukkie oppa, kau sudah ganti baju? cepat sekali?” aku menatapnya takjub, dia memakai kemeja putih milik Leeteuk oppa, senyumannya mengembang membuat jantungku ini seperti meloncat keluar.

“ne. Hujannya ternyata belum berhenti.” ucapnya lalu menatap hujan yang masih turun dengan derasnya.

“ehem ! aku mengantuk, aku akan pergi tidur .” Leeteuk oppa tersenyum jahil, lalu berlari masuk kamarnya.

Aku duduk disampingnya, masih menatap hujan itu yang terlihat jelas, kurasa Leeteuk oppalah membuka pintu rumah.

“oppa.” ucapku. Dia menoleh.

“uhm?”

“berjanjilah kau akan selalu ada untukku?.” ucapku perlahan, aku tak ingin terlihat seperti gadis bodoh didepannya.

“ne, oppa berjanji. Berjanjilah kau akan menjadi dongsaengku yang selalu ceria.”

DEG!

Dongsaeng? hanya itu? bisakah dia menganggapku seorang yeojha, yeojha yang butuh cinta?
Kurasa selama ini aku salah, aku kira dia menyukaiku, karena itu dia sering sekali kerumahku, eomma dan appapun sampai hafal betul jika Eunhyuk oppa sangat suka susu strawberry. Ternyata dia hanya menganggapku sebagai adik?

“aku..aku berjanji oppa.” ucapku perih.

“ini untukmu.” hyukppa memberiku sebuah gelang, bertuliskan Hyuk Jae & Hyun Soo. Aku tersenyum melihat Hyukppa dengan romantisnya memakaikan itu di tanganku. Aku sangat berharap lebih, aku berharap bisa memilikimu, oppa.

“gumawo oppa.” saranghae, tambahku dalam hati.

“yasudah, oppa pulang.” Hyukppa memakai jaketnya, dan berjalan menuju pintu.

“hati-hati oppa.”

“ne, annyong.” tak lama dia pun menghilang dibalik pintu. Kurasakan saat dia pergi ada sesuatu yang berharga dalam diriku hilang. Apa Eunhyuk begitu berharga bagiku? aku bahkan tak tau bagaimana tepatnya persaanku ini. Cinta? ya kurasa itu.


................

“heh mawar lagi?” aku mengambil seikat mawar yang diletakan dibawah lokerku.

“rupanya dari penggemar rahasiamu, itu ya?” Kyuhyun tertawa hebat. Aish!

“yak ! Cho Kyuhyun! jangan berkata tidak-tidak.” Aku menoyor kepalanya, dan lihatlah dia sepetinya ingin mengamuk.

Kira-kira sebulan ini, setiap aku membuka lokerku saat aku mengambil buku pelajaran, aku menemukan mawar, surat, dan sebagainya. Si pengirim tak pernah menuliskan namanya, membuatku semakin penasaran, siapa sebenarnya namjha itu? Dia bahkan selalu tau apa yang baru saja aku lakukan, ini sangat aneh.

“heh Hyun Soo nanti malam apa kau akan menonton kembang api?” tanya Kyuhyun, aku menggeleng.

“molla, Leeteuk oppa sedang ada urusan, jadi tak bisa mengajakku. Eomma sedang tidak enak badan, sedangkan appa sedang sibuk di kantornya.” ucapku sedih.

“mian, aku juga sudah berjanji pergi dengan Ahra noona, appa, dan eomma.”

“gwenchana, aku juga sedang malas keluar.” ucapku berusaha tersenyum.

 Aku memang sedikit iri dengan keluarga Cho, mereka sering sekali menghabiskan waktu bersama. Eomma Kyuhyun bahkan pernah mengajakku liburan bersama, yang benar saja? aku tak ingin merepotkannya. Eomma Kyuhyun bersahabat baik dengan eommaku, karena itulah dia sangat baik padaku. Dan lagipula jika aku terlalu lama bersama Kyuhyun bisa-bisa liburan mereka batal, aku dan Kyuhyun kan selalu bertengkar. Hahaha.

“sebagai ucapan minta maaf, aku akan menraktirmu makan siang, bagaimana?” tawarnya, jarang-jarang kan setan ini baik padaku?

“baiklah, ayoo.” aku menarik tangannya, sebelum dia berubah pikiran.



EUNHYUK POV


“oppa, kau baik-baik saja?” ucapan sena sukses membuyarkan lamunanku tentang bagaimana aku mengajak hyun soo nanti malam menonton kembang api.

“iya, aku baik-baik saja.” ucapku.

Setelah syuting tadi, Lee Sena, yeojha yang menjadi lawan mainku, mengajakku makan siang.

“oppa, aku ingin mengatakan sesuatu.” ucapnya perlahan, aku menatapnya penasaran.

“katakan saja.”

“saranghae.”

aku menatapnya kaget, jadi selama ini dia menyukaiku?

“mian..mianhe..” ucapku gugup, tiba-tiba dia menarik kepalaku dan menciumku.



HYUN SOO POV



“wuah, kau baik sekali Kyu.” ucapku senang, sembari menyantap sepiring ramen.

“ah kau baru tau aku ini baik.” katanya terkekeh.

Tiba-tiba seperti ada sebilah pisau yang menancap jantungku, saat melihat Hyukkie oppa bersama yeojha lain, dan mereka berciuman!

“uhuk ! uhuk !” pemandangan ini sukses membuatku tersedak.

“kau baik-baik saja?” Kyuhyun memberiku segelas air putih.

“gwenchana, itu..itu Hyukkie oppa?” ucapku lirih, Kyuhyun lalu menoleh kebelakang, dan sama terkejutnya melihat pemandangan itu.

“aigoo, beraninya mereka!” ucap Kyuhyun murka, dia lalu berdiri menghampiri meja Hyukkie oppa dan yeojha itu.



AUTHOR POV


“maksudmu apa hah hyung?” Kyuhyun tak bisa memendam amarahnya begitu melihat eunhyuk, namjha yang begitu ia hormati, berciuman didepan umum. Bahkan didepan sahabatnya, sedangkan Kyuhyun tau sahabatnya itu sangat mencintai Eunhyuk.

“hyung..aku..aku..ini tak seperti yang kau lihat!.” ucap Eunhyuk gelagapan. Pandangannya menuju kepada yeojha yang berjalan kearahnya, terlihat sekali wajah kekecewaan di raut wajah cantiknya. Hyun Soo berjalan semakin dekat, membuat Eunhyuk semakin cemas, dia tak mau sampai yeojha yang dia cintai salah paham dan pergi menjauhinya. Eunhyuk bahkan tak pernah membayangkan bagaimana jika Hyun Soo tiba-tiba pergi meninggalkannya, bersama namjha lain mungkin. Tetapi pendangannya terhadap Hyun Soo teralihkan saat mendengar ucapan Kyuhyun.

“kenapa kau begitu egois! tidakkah kau mengerti perasaan hyun soo ha!”

Eunhyuk terkejut mendengar ucapan Kyuhyun. Jadi Hyun soo menyukainya?

“Kyu, cukup ! sudahlah, ayo kita pulang!.” Hyun Soo yang sudah berada didepan Eunhyuk dengan cepat menarik lengan Kyuhyun dan berjalan menjauh.

“Hyun Soo-ah.” Eunhyuk memanggil Hyun Soo, namun Hyun Soo tak memerdulikannya dia tetap berjalan menjauhinya Eunhyuk bisa melihat tangannya menutupi wajahnya yang menangis. Sakit ! itu yang dirasakannya saat melihat yeojha kesayangannya menangis karena tingkah bodohnya.

“mianhae oppa, jeongmal mianhae, aku tidak bermaksud..” ucapan Sena terhenti, saat melihat Eunhyuk menangis, namjha ini menangis.


HYUN SOO POV


Sudah kira-kira 20 kali Hyukkie oppa menelfonku, dan sudah ada 24 inbox darinya, tapi aku hiraukan. Tidakkah dia tau sakitnya hatiku ini? apa dia tak mengerti perasaanku? perasaanku yang sangat mencintainya?

“Hyun Soo-ah.” ucap seorang namjha. Aku terkejut melihat kedatangannya.

“oppa, kenapa oppa ada disini?” dengan sigap aku menghapus air mataku, yang sedari tadi mengalir. Eunhyuk oppa duduk disampingku.

“oppa akan menjelaskan semuanya.” ucapnya lembut, tangannya meraih tanganku. Dengan cepat aku menampis tangannya.

“menjelaskan apa oppa? tidak ada yang perlu dijelaskan!” ucapku sinis. Dadaku terasa sesak mengingat kejadian itu.

“mianhae.. Sena, dia menyukaiku, dan tiba-tiba menciumku, itu diluar kehendakku. Aku sudah menjelaskan padanya, jika..jika aku mencintai yeojha lain.”

Aku terdiam, tak membalas ucapannya. Yeojha lain? siapa yang dia maksud? aku ? atau yeojha diluar sana yang beruntung dia cintai?

“saranghae.” ucapnya lembut, matanya yang indah mulai berkaca-kaca, kenapa dia menangis?

“kenapa oppa menangis?” tanyaku bingung, kuusap air mata yang membasahi pipinya.

“aku.. aku takut kau hanya menganggapku hanya sebagai kakak. Aku takut jika kau tau perasaanku kau kan menjauhiku, kau akan membenciku” ucapnya, aku tertawa kecil.

“yak ! jangan menangis lagi oppa cengeng ! Tidak, aku tidak membencimu.” Jawabku, kini kulihat senyuman manisnya mengembang.

“na dho saranghae.” ucapku. Lalu dengan cepat Eunhyuk oppa menarikku kedalam pelukannya yang hangat, nyaman, sangat nyaman.

............................

“apa kau tidak mau ikut denganku, dan Eunso?” Kyuhyun terus saja mengajakku ikut dengannya. Yang benar saja, aku tidak mau merusak kencan pertamanya, dengan seorang yeojha bernama Eunso.

“aku tidak mau, aku tidak mau menjadi pengganggu kalian. Eunhyuk oppa juga akan mengajakku pergi, jadi nikmati kencanmu, Kyu. Annyong.!” dengan cepat kututup sambungan telfonnya, sebelum setan itu memaksaku ikut lagi.

Aku memandang jam, sudah telat 2 jam. Eunhyuk oppa bilang akan menjemputku pukul 7, tapi sampai pukul 9 pun dia tak datang. Aku benar-benar sebal dengan kebiasaanya yang terlambat ini. 2 bulang berpacaran dengannya, dia selalu saja telat. Aku tau dia namjha sibuk, yang jadwal syuting dan siaran radionya menumpuk. Tapi bisakah dia meluangkan sedikit waktunya untukku?

“pukul 9 malam.” dan tak ada telfon atau pesan, mengabarkan ada dimana dia sekarang, aku benar-benar sudah kesal. Ku cari nama kontak di ponselku ‘Lee Hyuk Jae

“yoboseyo.” ucapnya. Aku mendesah kesal.

“oppa ada dimana sekarang? kenapa lama sekali?” ucapku kesal. Terdengar suara bising disana.

“mianhae chagi, ternyata syuting ini diundur, sepertinya oppa tidak bisa datang, mianhae, jeongmal mianhae. Mungkin lain waktu.”

Apa dia bilang? seenaknya saja membatalkan janji? Aku sudah menunggu 2 jam! Aku benar-benar lelah dengan kesibukannya itu.

“apa?! aku benar-benar kecewa padamu, oppa! seharusnya kau tidak usah berjanji jika kau tidak bisa menepatinya !” bentakku.

“mianhae, aku benar-benar tidak tau ini akan terjadi. Jebal ! mengertilah pekerjaanku, chagiya.”

Cih ! beraninya dia memanggilku ‘chagi’. Dia bilang aku harus mengerti pekerjaannya? kapan aku tidak mengerti pekerjaannya? aku selalu mengalah ! aku selalu rela tak bertemu dengannya berhari-hari.

“kapan aku tidak mengerti pekerjaanmu ha Lee Hyuk Jae?!” emosiku benar-benar memuncak ! aku jarang sekali memanggilnya ‘Lee Hyuk Jae’menurutku tidak sopan, tapi sekarang aku benar-benar kesal padanya.

“mianhae....”

Bib!

Belum sempat dia melanjutkan ucapannya aku sudah memutuskan sambungan telfonnya. Dengan kesal ku raih jaketku dan pergi keluar rumah. Mencari sesuatu yang tidak membuat perasaanku menjadi lebih buruk.


AUTHOR POV


Setelah kepergian Hyun Soo, Leeteuk yang baru saja selesai dengan urusannya, bergegas pulang kerumah.

Dia terkejut melihat rumah itu kosong, tidak ada Hyun Soo, ponsel dan dompetnya pun tertinggal, Leeteuk semakin khawatir. Dia pun dengan segera menelfon Eunhyuk, siapa tau adik kesayangannya ada bersamanya.

“yoboseyo.” ucap Eunhyuk ramah.

“yoboseyo, apa Hyun Soo ada bersamamu?” tanya Leeteuk tanpa basa-basi.

“aniyo, hyung. Aku masih ada di lokasi syting sekarang. Waeyo?”

“Hyun Soo menghilang, hyung. Dia pergi tanpa pamit, dia juga meninggalkan ponselnya, aku khawatir dengannya.”

“baiklah hyung, aku akan segera mencarinya.”

“ne, annyong.” Leeteuk mematikan sambungan telfon itu, dan segera berlari keluar mencari adiknya.

Eunhyuk pun segera kerumah Leeteuk, dan membantunya mencari Hyun Soo, namun tak ada hasilnya.

“dia pasti pergi ke tempat yang dia suka, hyung.” ucap Leeteuk, Eunhyuk dengan cepat bergegas ke taman, taman yang sering mereka kunjungi.

“Hyun Soo! Park Hyun Soo!” teriakan Eunhyuk yang cukup keras tak mampu membatunya menemukan yeojha yang sangat dia cintai. Dia lalu kembali masuk mobilnya dan mencari dijalan sekitar taman itu.

Taman itu tampak sepi, hanya ada deretan lampu yang berkelap-kelip, membuat taman itu semakin indah. Terasa rentetan memori saat itu, saat bersama Hyun soo, pikiran itu terus saja melayang dikepala Eunhyuk. Eunhyuk khawatir sekali dengan Hyun soo, yeojha yang sangat berarti baginya, jika terjadi sesuatu yang buruk dengan hyun soo, Eunhyuk mungkin tak bisa memaafkan dirinya sendiri. Pandangannya terhenti saat melihat yeojha yang sedang berjalan sendirian, itu Hyun Soo. Batin eunhyuk.

“Hyun Soo!!!” sekali lagi Eunhyuk berteriak, membuat yeojha itu menoleh. Namun bukannya berhenti, yeojha itu justru berlari cepat.

“Hyun Soo! mianhae ! jeongmal mianhae!” teriak Eunhyuk sembari terus berlari mengejar yeojha itu. Tapi Hyun Soo tak berhenti, dia terus berjalan cepat.

“Hyun Soo-ah ! saranghae!” teriakan Eunhyuk menggelegar, membuat Hyun Soo berhenti melangkah dan menoleh.

“oppa! awasssss!!!!!!”

BRAKKKKKKK!!!!!!!!!!!!!


.........................................

HYUN SOO POV


“oppa, kapan kau bangun?” ucapku pelan, menatap namjha yang sangat berharga untukku, tengah terbaring tak berdaya, berbagai alat menancap di tubuhnya.

“satu minggu oppa seperti ini, kenapa oppa tega sekali padaku?” teriakku frustasi.

Kecelakaan itu, telah membuat Hyukkie oppa koma, aku benar-benar menyesal, aku merasa sangat bersalah, ini semua salahku!

“annyong.” eomma Hyukkie oppa masuk, senyumannya mengembang, meski kulihat rasa sakit yang mendalam di matanya. Aku membungkuk, mengucapkan salam.

“ kau sudah makan?” tanyanya lembut.

“ne, tadi leeteuk oppa mengajakku makan di kantin rumah sakit.”

“baguslah, bibi ada urusan, bibi titipkan Hyuk Jae padamu.” katanya, lalu keluar dari kamar inap ini.

Aku kembali duduk dikursi dekat tempat tidur Hyukkie oppa. Ku genggam tangannya, menciumnya berulang kali, aku tak dapat melihat senyumannya lagi, wajah yang tampan kini tertutup alat pernafasan yang membantunya bernafas.

“oppa, jebal, bangunlah.. kita bermain lagi..” isakku, aku membelai kepalanya lembut.
Dia tetap tak bergerak, aku hanya mendengar detak jantungnya yang berirama, dan desah nafasnya.

“yak ! oppa pabo ! oppa jelek ! kenapa oppa tidak bangun-bangun juga heh?” aku sudah hampir lelah menyuruhnya bangun, tapi tetap tak ada reaksi, mata indahnya tetap tertutup rapat.

“aku sudah lelah mengajakmu bicara, tapi kenapa oppa tidak bangun juga!” Kurasa dadaku terasa sesak, nafasku mulai tak beraturan, aku merasa ada sesuatu yang tidak beres.

“Hyuk Jae oppa..” panggilku lagi, terasa air mata ini mulai menetes. Wajah pucatnya tetap tertidur dengan nyenyaknya tanpa menyadari sedari tadi aku disini mengajaknya bicara.

ceklek !

Tampaklah Leeteuk oppa, dan Lee Sora eonni, kakak Hyukkie oppa. Wajah mereka sama-sama menyimpan rasa perih.

“Dia belum bangun juga?” tanya Sora eonni, aku menggeleng pelan.

“oppa lihatlah Sora eonni sudah datang, tapi kenapa kau belum bangun juga?” Ucapku kesal. Aku memandang monitor yang sejak seminggu lalu berada disampingnya.

“oppa..khajima... Oppa jebal, bangunnlah, tatap aku, dan tepati janjimu itu !”

Leeteuk berjalan kearahku, mengusap rambutku lembut. Aku menangis, apa kau mendengar tangisanku ha Lee Hyuk Jae?!

Aku membelai pipinya pelan. Aku rindu masa-masa bersamamu, Lee Hyuk Jae ! andai aku bisa memutar waktu, dan mengulangnya.

“Lee Hyuk Jae, saranghaeyo..” bisikku di telinganya.

“Dia mendengarnya, percayalah pada oppa, dia juga mencintaimu..” Leeteuk oppa memelukku, nyaman, namun masih ada persaan gelisah didadaku ini, ada apa sebenarnya?

Aku menangis dipelukannya, terisak, seperti anak kecil, yang terpisah dari ibunya, tersesat. Ya! itulah aku Lee Hyuk Jae, tersesat tanpamu!


Suara berisik monitor menyebalkan itu, membuatku melepaskan pelukanku dengan Leeteuk oppa. Kenapa dengan alat itu? kenapa alat itu hanya menampilkan garis lurus?

DEG !

Terasa tubuhku ini bergetar hebat, segera kuraih tubuhnya, menariknya kedalam pelukanku, sebelum aku tak bisa memelukknya.

“Lee Hyuk Jae pabo! aku sudah bilang jangan tinggalkan aku !!” teriakku. Kulihat Sora eonni menangis, Leeteuk oppa juga sama, menangis, menangisi kepergianmu, Hyukkie oppa.

Kurasa tubuhku ini tak mampu berdiri lagi, aku jatuh terduduk, menangis, hanya itu yang bisa kulakukan, aku tak bisa membuatnya tersenyum lagi, memelukku erat lagi.

“Lee Hyuk Jae!!!!!!!!”



....................................................


“tidak mungkin ! kenapa oppa jahat sekali padaku? kenapa oppa meninggalkanku sendirian disini!!” teriakku frustasi didepan sebuah makam, yang bertuliskan ‘Lee Hyuk Jae’ dan terpampang foto namjha yang tengah tersenyum senang, senyuman yang menyejukan hatiku.

“Hyun Soo, berhentilah menangis.” Leeteuk oppa terus saja menenangkanku. Tapi tak ada gunanya! apa dengan itu Hyuk Jae oppa akan kembali?

“kenapa dia tega sekali padaku, oppa?” aku menangis dipelukannya. Eomma dan Appa hanya memandangku perih.

“dia..dia sudah bahagia disana, dia juga pasti tak mau melihatmu seperti ini. Jebal ! jangan menangis lagi.” Aku mengangguk pelan, tampak Kyuhyun sama-sama menangis, disebelahnya berdiri seorang yeojha cantik, Eunso.

Setelah acara pemakaman itu, aku menuju taman itu, taman yang sering aku kunjungi bersama Hyukkie oppa.

Aku membaca buku, buku berwarna biru muda, eomma Hyukkie oppa yang memberikannya padaku, dia bilang itu buku harian Hyukkie oppa. Air mataku tak bisa berhenti menetes saat membaca lembar demi lembar buku itu. Kubuka lembar yang terdapat fotoku dan foto Hyukkie oppa yang tersenyum bahagia.

Hyun Soo-ah..

kuharap suatu hari kau dapat membaca buku ini..
membaca semua ceritaku, ceritaku dimulai saat hari itu aku bertemu denganmu..

aku tak tau pasti kapan perasaan ini muncul..
aku tak bisa menahannya..
entah kenapa jantungku selalu berdegup kencang jika bertemu denganmu..

Hyun Soo-ah kau tau? aku selalu menceritakanmu pada eommaku..
dia selalu tertawa jika mendengar ceritaku, dan selalu memaksaku untuk menyatakan perasaan ini..

Setiap saat aku memikirkanmu, membayangkan wajahmu, dan senyuman manis yang selalu terukir indah di bibirmu..
aku harap kau juga punya perasaan yang sama denganku..

Karena kau, perasaanku yang membenci hujan berubah..
kau lah yang mengajariku arti hujan..
dan saat itulah aku tau, kau sangat berati bagiku..
kau seperti hujan, yang membasahi kehidupanku yang gersang ini..

aku mencoba hanya menganggapmu dongsaeng..
tapi aku tak bisa melakukannya,..

jeongmal saranghaeyo.. Park Hyun Soo...


- Lee Hyuk Jae


Aku menghapus air mata yang membasahi pipiku ini, aku tak dapat lebih lama lagi menahan air mata ini.

Tes! Tes !

Terasa rintik hujan mulai turun, segera kumasukan buku itu kedalam tasku dan berlari pulang. Namun hujan terlalu deras, hingga aku tak bisa lagi melihat arah.

“Hyun Soo-ah.” terdengar suara, aku menoleh. Hyukkie oppa!

“oppa! kenapa kau tega meninggalkanku heh? oppa jahat !” aku berusaha meraihnya, namun tanganku ini hanya bisa menembus badannya.

“mianhae, jeongmal mianhae.” katanya lembut sembari tersenyum senang padaku.

“oppa, jebal! kembalilah ! kembalilah padaku.!” teriakku, teriakannku ditengah deras hujan yang sedang turun ini.

“oppa tidak bisa mengabulkan permintaanmu, mianhae, dunia kita sudah berbeda sekarang.” kini kulihat bayangannya semakin memudar.

“oppa! khajimaaaa!!!!” teriakku.

“berjanjilah, kau akan bahagia tanpa oppa, ne?” Dia tersenyum, lalu kurasakan bayangannya benar-benar menghilang.

“oppaaaaa!!!!!!!!” teriakku frustasi,aku hanya bisa menangis, air mataku turun sama seprti air hujan yang membasahi seluruh tubuhku.

“hyakkk! dasar oppa pabo!! oppa jahat!!!!” aku terus saja berteriak.

Tiba-tiba kurasakan ada payung yang melindungiku dari guyuran air hujan. Aku menoleh.

“Hyun Soo-ah.” ucap seorang namjha, aku pernah melihatnya, tapi kapan? dan
dimana?

“kau siapa?” tanyaku sembari berlindung di bawah payung miliknya.

“aku Lee Donghae.” ucapnya lembut, dia tersenyum, entah kenapa tiba-tiba ada rasa hangat mengalir di tubuhku.

“Donghae?” ulangku. Tiba-tiba dia memeluku dari belakang.

“aku..aku yang mengirim mawar-mawar itu di lokermu..” ucapnya lembut, terasa nafasnya yang hangat menggelitik leherku.

“jadi selama ini kau yang meletakan semua mawar itu?” kurasakan dia semakin mendekapku erat, wajah tampannya kembali memamerkan senyumannya yang memabukkan. Dia mengangguk pelan.

“saranghae..”

........................................












Lee Hyuk Jae, apa kau tau?

aku akan selalu mencintaimu, meski sekarang aku tak bisa menjangkaumu..
meski dunia kita telah berbeda..
meski aku tak bisa memutar waktu, dan kembali ke masa saat bersamamu..
biarkan rasa cintaku ini tetap mengalir..

Kurasa Tuhan sangat menyayangiku..
Dia memberiku malaikat penggantimu, Lee Donghae..
Donghae oppa bilang, dia mengenalmu..
Dan berjanji akan menjagaku dengan baik, sama seperti kau menjagaku..
Tapi percayalah, selamanya kau akan dihatiku..
Setiap aku melihat hujan, aku selalu merasa kau ada disampingku..

Jeongmal saranghaeyo Lee Hyuk Jae..


THE END





Ahirnya selesai juga, huaaa gak rela yeobo ku tersayang Eunhyuk harus tewas (?). Aku gak mau si Hyun Soo jadi stres, depresi, jadi yaa aku kasih penggantinya, suami aku yang pertama, ikan oppa, huahaha.

Jumat, 27 Januari 2012



Anisa Noor Aulia :)

Henry Lau (traditional Chinese: ; simplified Chinese: ; pinyin: Liú Xiànhuá; Cantonese Yale: Làuh Hinwàh; born October 11, 1989), better known simply as Henry, is a Chinese Canadian singer and songwriter. He is best known as a member of the Mandopop boy band Super Junior-M.


Lee Dong-hae (born October 15, 1986), better known simply as Donghae, is a South Korean singer-songwriter and actor. He is best known as a member of the K-pop boy band Super Junior and its subgroup, Super Junior-M
Lee Hyuk-jae (born April 4, 1986), better known by his stage name Eunhyuk, is a South Korean singer, rapper, and actor. He is best known as a member of the K-pop boy band Super Junior and its subgroups, Super Junior-T and Super Junior-Happy. Currently, he is one of the two new additions to Super Junior's Mandopop subgroup, Super Junior-M.


Kamis, 26 Januari 2012


 A Love Song

Tittle : A Love Song

Author : Anisa N. Aulia (Lee Hye Bin)

Genre : Romance, friendship.

Cast :

-          Park Hye Ra     
-          Cho Kyuhyun   
-          Lee Donghae    
-          Lee Hyuk Jae     
_     Park Hye Jae
-           Super Junior    






Seoul, 11 Januari 2007

HYE RA POV

Aku berjalan keluar sekolahku, yap ! aku masih duduk dibangku SMA. Berjalan, mencari seseorang.

“kau mencari siapa?” seseorang menepuk bahuku, aku menoleh, Kyuhyun.

“aku mencarimu, oppa (kakak).” aku tersenyum.

Cho kyuhyun, sahabatku, sahabat terbaik yang aku miliki, kami berteman sejak kami masih kanak-kanak, bahkan ibuku dan ibunya sangat dekat, keluargaku dan keluarganya sudah bersahabat sejak lama, umur Kyuhyun 2 tahun lebih tua dariku, aku menyayanginya, tentu saja, aku bahkan tak pernah berniat meninggalkannya, 17 belas tahun bersamanya, menjalani hariku dengannya. Aku bahkan masih ingat saat aku pertama kali masuk sekolah dasar, ada serombongan anak laki-laki yang menyembunyikan sepatuku, kyuhyun yang saat itu kelas 3, kakak kelasku, dengan baiknya menolongku, mengancam anak-anak nakal itu agar tidak menggangguku.

“baiklah, ayo kita pulang.” ucapnya.

“andwe (tidak mau), temani aku dulu ke taman oppa.” rengekku.

“yak ! kau ini ! kau ingin menghabiskan waktuku heh? aku bahkan belum mengerjakan tugas kuliahku.” ucapnya kesal, seperti biasa, aku bahkan sudah hafal betul sifatnya yang seperti setan.

“yasudah.” aku cemberut, dan hendak meninggalkannya, namun dengan sigap dia menarik tanganku.

“aku hanya bercanda, hye ra-ah.” dia tersenyum manis.

Taman ini, aku menemukannya saat aku baru saja lulus sekolah dasar, sejak saat itu aku dan kyuhyun selalu ke taman ini.

Seperti biasa, kami tiduran di bawah pohon ek besar, tempat favorit kami, disini sangat sejuk, angin sepoi-sepoi yang berhembus membuat kami damai.

“bagaimana sekolahmu? apa guru matematika galak itu menyusahkanmu? memberi PR sulit?” tanya kyuhyun. Dia memang selalu mengajariku, aku bahkan lebih mengerti jika dia yang mengajariku pelajaran, bukan guruku.

“ne (iya), PR yang menyusahkan, aku bahkan tidak makan malam demi mengerjakan tugas itu.”

“yak ! kau kenapa tidak menelfonku? aku akan segera kerumahmu, dan mengajarimu, dengan begitu kau tidak melewatkan makan malammu.” katanya cemas.

“mianhae (maaf) oppa, aku hanya tidak mau menyusahkanmu, aku tau kau pasti sudah pusing dengan tugas kuliahmu.”

“tidak, tentu saja, aku bahkan senang bisa mengajarimu, kau kan phabo (bodoh) hahaha.”

“yak ! cho kyuhyun! kau mau mati ha?” ucapku garang, dia tertawa hebat.

“mian, kenapa kau masih saja emosian ha?”.

“kau yang menyebalkan, oppa.” aku memukul pelan lengannya.

“hahaha, yasudah, ayi kita pulang.” dia berdiri dari tidurnya.

“pulang? aku masih ingin disini oppa. Aku tidak mau pulang, perasaanku tidak enak.”
kataku, entah kenapa, aku takut sekali pulang, aku takut tak bisa bertemu kyuhyun lagi, melihat senyumannya, dan tiduran dibawah pohon ek ini.

“eomma (ibu) mu pasti khawatir, tidak enak? waeyo (kenapa)?” tanyanya. Aku menggeleng.

“molla (entahlah).” jawabku. Dengan malaspun aku bangun dan berdiri disampingnya.

“percayalah, semuanya akan baik-baik saja, kita akan bertemu lagi besok, dan bercerita disini lagi.”

“ne, oppa.”

Kyuhyun lalu mengantarku sampai depan rumah, rumahku dan rumahnya tak terlalu jauh, hanya ada dua rumah diantaranya.

“Eomma.” panggilku setelah masuk rumah, kyuhyun tak sempat mampir, mengerjakan tugas kuliah, katanya.

Aku melihat banyak sekali kardus, berukuran besar dan sedang, aku bingung, sangat bingung.

“eomma, untuk apa kardus-kardus itu?” tanyaku, eomma ku yang keluar dari kamarnya hanya tersenyum.

“itu barang-barangmu, eomma, appa (ayah), dan Hye Jae.” katanya.

Park Hye Jae, kakakku, umurnya 3 tahun lebih tua dariku, sekarang dia kuliah, dialah yang akan mewarisi perusahaan milik keluarga kami.

“memangnya kita mau kemana?” tanyaku semakin bingung.

“kita akan pindah ke Jepang, appa mempunyai perusahaan baru disana, kakakmu juga akan kuliah disana, eomma sudah menyiapkan sekolahmu disana.”

Mwo (apa) ? ke Jepang? andwe!

“ tapi kenapa mendadak begini eomma?”

“eomma sudah memberi tahumu seminggu yang lalu.”

“tapi, aku belum sempat memberitahu kyuhyun oppa, ahra eonni, dan teman-temanku.” kataku perih.

“tidak perlu, kakakmu sudah memberitahu mereka semua. Yasudah segeralah bersiap-siap, kita akan ke bandara satu jam lagi.” kata eomma.

Aku hanya menunduk, sedih, meninggalkan kota yang indah ini, meninggalkan semua kenanganku, meninggalkan Cho Kyuhyun.


Tokyo, Jepang.

Aku hanya memandangi langit kota tokyo yang terang di kelilingi beribu bintang yang berkelap-kelip. Beribu bintang, sama seperti beribu kenanganku di Korea.

“Hye ra-ah, kau belum tidur?” Hye Jae oppa duduk disampingku.

“Ne oppa, aku hanya belum siap untuk pindah.” kataku sedih.

“percayalah, Tokyo tak semenyeramkan bayanganmu, anggaplah Tokyo ini Seoul.” katanya manis sesekali membelai lembut rambutku.

“entahlah oppa.”

“sekarang tidurlah, ini pukul 11 malam, kau besok harus kesekolah barumu.” katanya lalu keluar dari kamarku.

esoknya..

Aku berjalan menyusuri koridor sekolahan ini, sekolah yang bagus, hingga sampailah di kelasku. Seorang guru yang cantik mempersilahkan aku duduk, aku belum terlalu fasih berbahasa Jepang. Aku duduk disebelah gadis cantik.

“annyong, Hye Mi imnida.” katanya, jadi dia orang korea?

“naega Hye Ra imnida, Khamsanhamida.” aku tersenyum.

“tenang saja, aku akan mengajarimu bahasa Jepang, aku akan menjadi temanmu.” katanya manis.

“gumawo (terimakasih)” kataku.

KYUHYUN POV

“yak ! kyu kenapa kau makan lahap sekali ha? kau lapar?” tanya ahra noona.

“aku harus segera kerumah hye ra.”

“hye ra? jadi kau belum tau?” noonaku menaikan sebelah alisnya.

“belum tau? belum tau apa?” kataku sambil memasukan sepotong roti kemulutku.

“hye ra sudah pindah ke Jepang kemarin.”

“uhuk ! uhuk ! .” ucapan noonaku sukses membuatku tersedak.

“ini minum dulu.” aku langsung menyambar segelas air yang diberikan ahra noona.

“noona, apa kau serius? hye ra pindah? kenapa tidak memberitahuku?”

“iya kyu, tapi kemarin siang Hye Jae oppa kesini untuk pamit.”

DEG !

Jadi Hye ra? kenapa kau tidak pamit kepadaku hye ra? kau anggap apa aku selama ini? Pantas saja saat kau di taman kau tidak ingin pulang. Kenapa kau tega sekali? kau jahat hye ra!


*3 Tahun kemudian*

HYE RA POV

Angin segar ini benar-benar kurindukan, langit kota Seoul cerah sama seperti aku lihat 3 tahun lalu.

“welcome back.” teriak hye jae oppa, ya! dia memang sedikit lebay.

“yak ! oppa! kau mau membuatku tuli ha?” ucapku kesal, dia hanya menggembungkan pipinya.

“kalian masih saja berkelahi.” ucap appa.

Selesai kuliah di Jepang, appa menyuruhku bekerja di perusahaanya di Seoul bersama hye jae oppa, senang? tentu saja ! aku tidak sabar bertemu kyuhyun, sahabatku, apa dia masih mengingatku? aku akan meminta maaf padanya, beribu maaf, karena telah meninggalkannya.

“ini apartemenmu, Hye ra.” ucap appa, sembari memberiku kuitansinya.

“ne, appa.” kataku.

“Hye ra!! ini apartemen oppa, umm sering-sering saja kau main ke apartemen oppa ya, tapi ingat ! harus membawa makanan.” teriak hye jae oppa, yak ! seenak rambutnya dia menyuruhku seperti itu! jika dia bukan oppaku yang tampan sudah kulempar jauh-jauh dia.

Aku masuk apartementku, dan langsung merebahkan tubuhku di tempat tidur, nanti malam aku harus kerumah kyuhyun.

......................

Rumah ini masih sama seperti dulu, hawa damai tercium saat aku melangkahkan kakiku ke dalam.

tok tok !

Lalu terbukalah pintu rumah itu, gadis cantik yang membukakannya, senyuman manisnya yang sangat kurindukan.

“eonni (kakak).....” teriakku lalu memeluknya, dia hanya menganga, terkejut kurasa.

“hye ra? ini kau? “ tanyanya.

“Ne, eonni, ini aku Park Hye Ra, bhogosipeo (aku merindukanmu) ahra eonni.” kataku sambil melepaskan pelukannya.

“na dho (aku juga) baiklah ayo kita masuk.” tanganya menggandengku, aku duduk di sofa ruang tamunya, masih seperti dulu.

“ceritakan pada eonni semuanya.” katanya, aku mengangguk.

Kira-kira sudah satu jam aku bercerita tentangku di Jepang, dan tentang ahra eonni, kyuhyun tentu saja, ternyata kyuhyun bergabung di grup Super Junior, aku pernah mendengarnya, Hye mi yang menceritakannya.

“noona, apa kau masak? aku laparrr!.” suara itu ! suara yang kunanti 3 tahun ini, aku menoleh ke arah sumber suara, namjha (pria) itu berdiri persis disampingku, dia sangat terkejut. Kyuhyun? benarkah itu kau? namjha yang sangat kurindukan itu semain tampan, badannya tidak lagi jangkung seperti dulu, sekrang lebih berisi, kuarsa dia rajin berolah raga, rambutnya kini berwarna coklat kemerahan, tidak seperti dulu hitam dan selalu berantakan.

“oppa.” ucapku, aku merindukannya, sangat.

“kenapa kau disini?” tanyanya sinis.

DEG !

Dia membenciku?

“kyu kenapa kau bicara seperti itu?” ahra eonni membelaku. Kyuhyun tersenyum sinis kepadaku.

“kenapa kau kembali ke Seoul? kau ingin menyakitiku lagi hah? meninggalkanku lagi?” ucapnya lalu pergi meninggalkanku, aku hanya menunduk. Aku tidak menyangka dia sangat membenciku, namun aku melihat secercah kerinduan di matanya saat menatapku.

“maafkan dia hye ra, dia..”

“ne eonni, aku lelah, aku pulang dulu ya.” ucapku dan mencoba tersenyum, aku segera berlari keluar rumah kyuhyun. Sakit ! sangat sakit ! aku tidak sanggup kehilanganmu, kyuhyun, tak mudah mencari sahabat sepertimu.

“hey nona! kau mau mati heh?” teriak seorang namjha, ya sejak keluar dari rumah kyuhyun, aku berjalan sempoyongan, dan ternyata aku jalan hampir di tengah jalan raya.

Namjha itu menarikku, mengusap air mata yang sedari tadi mengalir di pipiku.

“gumawo.” ucapku lirih, dia tersenyum. Entah kenapa senyumannya membuat hatiku tenang.

“namamu siapa?” tanyanya ramah.

“park hye ra imnida.” aku mencoba tersenyum.

“naega Lee donghae imnida.” dia tersenyum lagi, jantungku semakin berdegup kencang.

“jangan menangis lagi, arrasho?” dia mencubit pipiku gemas, aku tersenyum.

“hyung ! aku sudah membawa makanan, ayo kita ke dorm!” kyuhyun sudah berdiri disamping namjha baik itu.

“kau ! sedang apa kau bersama donghae hyung?” tanya kyuhyun sinis. Aku tak sanggup menahan air mataku.

“oppa, sebegitukah kau membenciku?” tanyaku, suaraku bergetar.

“kyu, ada apa ini? kenapa kau memarahinya?” donghae menatap kyuhyun bingung.

“dia, dia yeojha yang kuceritakan padamu, sahabat macam apa yang meninggalkan sahabatnya? pergi tanpa pamit? menghilang selama 3 tahun?”

DEG ! dadaku semakin terasa sakit.

“oppa, aku sungguh tidak tau hari itu aku akan ke Jepang, minhae oppa, jeongmal mianhae.” aku menarik tangan kyuhyun, namun dengan cepat kyuhyun menampis tanganku.

“kau tau? aku seperti hancur saat kepergianmu! aku seperti gedung tanpa tiang penyangga, hancur !.” katanya tajam, aku bisa melihat air mata menetes dari mata indahnya.

“oppa, mianhae, aku harus bagaimana lagi meminta maaf padamu?”.

“kau fikirkan saja sendiri !” kyuhyun menarik tangan donghae lalu membawanya masuk mobil, dan dengan segera melesat cepat, meninggalkanku,


KYUHYUN POV

kenapa hye ra muncul lagi di kehidupanku? tak sadarkah dia menyakitiku?

“hyung, kau seharusnya tidak bersikap seperti itu pada hye ra.” ucap hae hyung. Si ikan (?) ini ngomong apa?

“kau ngomong seperti itu karena kau tidak merasakannya, hyung !” ucapku kesal.

“dia itu yeojha hyung, hatinya sangat rapuh, aku yakin selama di Jepang pun dia hancur, sama sepertimu, kau tidak seharusnya membentaknya seperti tadi, perasaannya pun sangat sakit.”

aku terdiam mendengar ucapan hae hyung, benar juga, hye ra juga pasti akan merasakan apa yang kurasakan. Maafkan aku hye ra.

HYE RA POV

sudah satu minggu, aku di seoul, aku sudah mulai sibuk dengan pekerjaanku di perusahaan milik appa, hari ini eomma mengajakku dan hye jae oppa berkunjung ke rumah keluarga cho.

eomma ku eommanya ahra eonni sedang mengobrol, sedangkan hye jae oppa mengobrol ria bersama ahra eonni, aku curiga ahra eonni punya hubungan spesial dengan hye jae oppa, oppaku itu memang tampan, sangat tampan menurutku, namun dia menyebalkan, membuatku stres.

Aku memilih keluar rumah, dan duduk di taman, aku sangat suka taman belakang dirumah keluarga cho ini, dulu aku selalu bermain dengan kyuhyun disini.

“hye ra-ah.” seseorang memanggilku, aku menoleh.

“oppa.” aku tersenyum, dia membalas senyumku, jadi kyuhyun sudah memaafkanku?

“mianhae.” ucapnya lirih, aku tersenyum.

“gwenchana oppa. Oppa sudah memaafkanku?”

“ne, oppa sudah mendengar semua ceritamu dari ahra noona, maafkan aku, aku memang terlalu egois, aku tak memikirkan perasaanmu.” dia meraih tanganku, menggenggamnya, hangat, sangat hangat.

“jadi kau mau jadi sahabatku lagi?” tanyaku.

“lagi? jadi maksudmu setelah kau ke Jepang, aku memutuskan tali persahabatan kita?” tanya kyuhyun.

“aniyo oppa, umm, jadi ?”

“ya kita tetap sahabat.” dia tertawa riang, tawa yang sangat kurindukan.

“bhogoshipeo cho kyuhyun.” aku menarik tangannya, membawanya ke dalam pelukanku.

“na dho.” dia membalas pelukannku, pelukan yang hangat.

“hemm, aku akan mengajakmu ke suatu tempat.” kyuhyun tersenyum.

“kemana oppa? jangan ke tempat yang aneh-aneh.” aku menatapnya curiga.

“hyak ! kau curigaan sekali heh? aku namjha baik-baik !”. ucapnya garang. Ternyata sifatnya tidak berubah, bahkan sifat setannya masih ada.

..............

Kyuhyun mengajakku ke dorm super junior?

“annyong.” sapaku ramah, semua namjha menatapku dan kyuhyun aneh, aku jadi takut.

“siapa yeojha itu, hyung?” tanya namjha berambut pirang seperti pisang, senyumanya manis, aku sangat suka bentuk rahangnya.

“sahabatku, hyuk hyung.” ucap kyuhyun.

“Park Hye Ra imnida.” aku membungkuk.

“Hye ra-ah.” Donghae tersenyum, sekali lagi jantungku berdegup kencang.

“kau..hem aku harus memanggilmu apa?” tanyaku. Dia tertawa kecil.

“donghae oppa.” dia mengacak rambutku lembut, aku sangat suka senyumannya.

Aku lalu berkenalan dengan para namjha ini, dari sang Leader, Leeteuk oppa, lalu Heechul oppa, sungmin oppa, yesung oppa, eunhyuk oppa, ryeowook oppa, siwon oppa, shindong oppa. Mereka sangat menyenangkan.
...............

2 bulan berlalu, kyuhyun sama seperti dulu, hampir setiap hari jika tidak sedang tour dia ke Apartemenku, dan ternyata ahra eonni dan hye jae oppa sudah berpacaran, huaa! aku senang sekali mendengarnya, aku besyukur kakaku yang menyebalkan itu berpacaran denga ahra eonni yang sopan dan baik hati.

Pukul 1 siang, aku bergegas pulang dari kantorku, dan aku melewati sebuah taman yang tidak jauh dari apartemenku, ternyata apartementku dan dorm suju jaraknya tidak jauh, aku bisa saja berjalan kaki ke dorm, ini sangat kebetulan.

“donghae oppa.” ucapku saat melihat seorang namjha yang tengah duduk bersandar dibawah pohon ek besar, aku mendekatinya, duduk disampingnya.

“oppa.” panggilku, dia tak bergerak. Ah ternyata dia sedang tertidur. Aku tak tega membangunkannya.

“oppa aku sangat berterimakasih padamu, karena kau juga aku bisa berbaikan dengan kyuhyun, aku benar-benar menyanyangi kyuhyun, aku tak mau kehilangannya lagi, dia sahabat terbaik yang aku punya oppa.” ucapku sembari tersenyum padanya.

“Hye ra-ah.” ucap donghae oppa, dia tersenyum manis, senyum yang memabukan.

“kau dari tadi disini?” tanyanya lembut, aku mengangguk.

“aku tak tega membangunkanmu, oppa.”

“oh begitu, oh ya apa itu yang kau bawa? ah ini, ini bekal ku saat kerja, namun tak sempat kumakan.” aku meletakan tas berisi kotak makanan di pangkuanku.

“oppa lapar, apa kau mau memakaannya bersamaku?” tanyanya, aku mengangguk.

“apa kau suka telur dadar?” aku membuka kotak makananku, isinya 2 potong telur dadar, beberapa sosis dan nasi.

“tentu.” jawabnya singkat lalu memakan makanan yang kubawa.

“kau menyukai cho kyuhyun?” tanya donghae oppa. Aku mengangguk pelan.

“iya oppa, aku menyayanginya sebagai ‘sahabat’ tidak lebih.” aku memasukan sepotong sosis kemulutku.

“jhinja? tidak sebagai pacar mungkin?” donghae oppa masih saja menanyakan hal itu, kali ini aku menggeleng.

“17 tahun bersamanya, tak bisa mengubah perasaanku menjadi cinta, oppa. Hanya ada rasa sayang, rasa sayang kepada seorang kakak.” jelasku, donghae oppa mengangguk mengerti.

“kalo begitu, maukah kau menjadi sahabatku?” dia tersenyum manis sembari menunjukan jari kelingkingnya.

“tentu, kenapa tidak?” kataku ceria lalu menjabat kelingkingnya dengan kelingkingku.

...................................

“ Park Hye Ra!!!!!” teriak seorang namjha, kyuhyun, siapa lagi?

Dengan semangatnya namjha stres ini menggedor-gedor pintu kamarku, membuatku emosi.

“hyakkkk!! cho kyuhyun!! apa yang kau lakukan ha?!” teriakku murka setelah membuka pintu kamarku, kyuhyun hanya tertawa puas.

“membangunkanmu.” katanya singkat, lalu duduk di depan tv. Aish! kalau bukan sahabatku sudah ku penggal kepalannya dengan samurai.

“heh cho setan, ini hari libur, aku ingin tidur, kenapa kau malah membangunkanku?” kataku kesal.

“ah mianhae hye ra-ah, aku tidak tau.” katanya polos, dia benar-benar membuatku naik darah.

“heh kalian masih saja berkelahi.” hye jae oppa sudah berdiri didepan pintu apartemenku.

“oppa, kau yang memberitahu password apartemenku?” tanyaku pada hye jae oppa.

“ne. hehehe.” dia tertawa, yatuhan kenapa mereka berdua sama-sama memiliki sifat setan?

.................

3 hari ini setiap aku ketaman, tak ada lagi namjha yang duduk dibawah pohon ek itu. Aku takut, dia menghilang, pergi, meninggalkanku.

Sejak pertemuanku dengan donghae oppa di taman ini , aku memang selalu datang ke taman, duduk dibawah pohon ek, mengobrol, ya meskipun dia tertidur, dan aku seperti bicara sendirian, tapi aku senang bisa dekat dengannya.

hari ini aku kembali ke taman itu, pukul 1 siang seperti biasa, dan donghae oppa, duduk bersender di batang pohon ek itu, dengan headphone di telinganya seperti biasanya.

“oppa.” aku menggoyangkan bahunya pelan, dia membuka matanya, tersenyum.

“waeyo?” tanyanya lembut.

“ah aniyo oppa, aku hanya ingin tau apa musik yang sedang kau dengarkan.” kataku perlahan. Dia menggeleleng.

“judulnya Love song, tapi lagu ini rahasia, hanya aku yang boleh mendengarkannya.” katanya, senyuman jail terukir di bibir merahnya, aku mencubit lengannya pelan.

“yak ! oppa jahat.” aku cemberut.

“mianhae, tapi oppa benar-benar tidak bisa memberitahunya.”

Aku hanya menggembungkan pipiku, tuhan! aku benar-benar tidak kuat jika selalu didekatnya. Jantungku berdetak sangat cepat. Kurasa aku menyukainya..



KYUHYUN POV

1 bulan ini Hye Ra ke Taiwan, urusan pekerjaan. Aku benar-benar takut kehilangannya, aku tak mau dia meninggalkannku seperti dulu, setiap hari aku menelfonnya, memintanya cepat pulang.

“hyung, kau tau dimana hye ra?.” tanya hae hyung. Tumben sekali dia menanyakan hye ra?

“dia sedang ke Taiwan hyung, dia disana 1 bulan.” jawabku, bisa kulihat raut kekecewaan di wajahnya.

“ aku merindukannya.” ucapnya lirih.

“tentu saja, sahabat mana yang tidak merindukan sahabatnya sendiri?” ucapnya, hae hyung tersenyum.

“aku akan menelfonnya.” ucapnya ceria lalu segera mengambil ponselnya.

*1 bulan kemudian*

HYE RA POV

Akhirnya aku sampai di Seoul, aku benar-benar rindu eomma dan appa, hye jae oppa, dan ahra eonni, kyuhyun, dan donghae oppa. Semalaman aku melepas rindu dengan keluargaku dan keluarga cho, sebenarnya aku lelah namun semuanya hilang saat berkumpul bersama mereka.

Setelah semua urusan di kantor selesai, aku segera pulang, eh bukan maksudku ke taman, aku benar-benar rindu donghae oppa.

Sesampainya di taman itu, aku tidak melihat seorang namjha duduk dibawah pohon ek itu, melainkan aku melihat eunhyuk oppa yang sedang bersantai disebuah kursi dibawah pohon besar, earphone terpasang di telinganya.


“hye ra?” dia terkejut saat aku duduk disebelahnya.

“umm oppa, tumben sekali oppa kesini?” tanyaku.

“oppa hanya bosan di dorm, jadi oppa kesini, kau sedang apa disini?”

“aku memang selalu kesini saat siang oppa, aku selalu bercerita dengan donghae oppa dibawah pohon itu.” aku menunjuk tempat biasa aku dan donghae oppa bersama.

“oh hae, ya dia memang selalu kesini, mendengarkan musik, menurutnya taman ini, sangat sempurna, namun menurutku taman ini biasa saja. Kau tau apa yang dia suaki dari taman ini?”

“mollayo, oppa. Umm apa oppa tau love song? lagu yang selalu donghae oppa dengarkan?” tanyaku. Kini eunhyuk oppa menggeleng.

“molla, dia tidak pernah cerita padaku, aku rasa dia merahasiakannya dari semua orang tentang love song itu.”

Aku hanya menggembungkan pipiku, aku benar-benar penasaran tentang love song itu.

“oh ya oppa, kemana donghae oppa? aku tidak melihatnya?” tanyaku.

“dia di Taiwan, promosi drama barunya. Tidak lama, hanya 3 hari.” Aku mengangguk mengerti.


3 hari berlalu, selama itu Eunhyuk oppa lah yang menemaniku setiap aku ke taman, dia bilang donghae oppa yang menyuruhnya. Aku benar-benar bingung dengan sifat donghae oppa.

Siang ini, aku kembali ke taman itu, dan melihat sepasang sepatu di balik pohon ek besar, dia sudah kembali.

Aku buru-buru mendekat dan duduk disampingnya, seperti biasa matanya terpejam, tubuhnya bersender di batang pohon yang besar, angin sepoi-sepoi menerbangkan sedikit poninya, membuatnya semakin berkharisma.

“oppa, bhogosipeo. Jeongmal bhogosipeo.” kataku. Namun percuma saja, donghae oppa tidak bisa mendengarnya, earphonenya masih terpasang di telinganya.

Aku memandang wajahnya, tampan, dan senyuman ramahnya membuat hatiku luluh. Tak sadar tanganku membelai lembut pipinya yang mulus, dia tak bergerak, tetap tidur dengan damainya.

Tiba-tiba tangan donghae oppa menahan pergelangan tanganku yang membelai pipinya, dia terbangun, dengan senyuman mengembang di bibirnya.

“sudah lama kau menunggu bangun?” tuhan! aku bahkan rindu desah nafasnya.

“tidak juga oppa, umm apa oppa tidak merindukanku?” tanyaku jahil.

“tentu saja aku merindukanmu.” donghae oppa menarik tanganku dan membawaku ke pelukannya yang hangat, dan nyaman. Aku berharap waktu berhenti sekarang, agar aku selamanya bersamanya, aku mencintainya, sangat mencintainya.

“aku juga merindukanmu, ikan oppa.” ucapku sambil tertawa, dia juga ikut tertawa.

Tuhan, kumohon jangan sampai mulutku ini mengucapkan kata ‘saranghae’ padanya, aku belum sanggup kehilangannya, aku tak mau dia membenciku gara-gara aku mencintainya, aku takut persahabatan kami hancur gara-gara perasaanku, aku tak mau dia membenciku. Aku takut jika dia tau perasaanku dia meninggalkanku, menjauhiku, aku takut tak bisa melihat senyumannya lagi, aku takut tak bisa duduk ditaman ini dengannya lagi.

“yak ! kenapa kau menangis he?” donghae oppa, menghapus air mataku yang membasahi pipiku.

“aku senang bisa bertemu denganmu oppa.”

“oppa juga senang bisa bertemu denganmu lagi, umm bagaimana kalo besok kita jalan-jalan?.”

“tentu saja, aku mau oppa.” jawabku senang.

“baiklah besok pagi oppa akan menjemputmu.” dia tersenyum, menampakan deretan giginya. Membuat jantungku berdetak kencang.

“umm, bagaimana kalo oppa mengantarmu pulang?”.

“apa tidak merepotkanmu, oppa?”

“tidak, ayo!.” donghae oppa menarik tanganku, menggandeng lenganku.

Berjalan kaki bersamanya benar-benar membuatku gugup, badannya yang tinggi, membuatku harus mendongak agar bisa menatap wajahnya. Sepanjang perjalanan ini
setiap yeojha yang berpapasan denganku, selalu menatapku aneh, mungkin  mereka iri, aku saja tidak percaya bisa bergandengan tangan seperti ini dengannya.

..................................

“umm masih pagi seperti ini kita mau kemana oppa?” tanyaku pada donghae oppa, kami naik taksi tentu saja, dia kan tidak mahir dalam hal menyetir.

“ke pantai saja, bagaimana?” usulnya, aku mengangguk.

tak lama, kami pun sampai di pantai, suasanya sepi, ya! karena ini bukan hari libur. Aku dan donghae oppa berjalan dipanjang pantai, tertawa, bercerita. Aku sangat nyaman berada di sisinya.

setelah itu, kami ke kebun binatang, lalu makan siang, dan terakhir kami ke sebuah pusat perbelanjaan di seoul.

“donghae.” panggil seseorang saat aku dan donghae oppa berada di salah satu toko baju.

“jessica. Annyong.” sapa donghae oppa ramah, aku sedikit tidak suka dengan sifanya yang terlalu ramah dengan semua yeojha.

“bhogosipeo.” ucap jessica lalu memeluk donghae oppa, yeojha itu, yeojha itu cantik, tinggi, aku benar-benar iri dengan kecantikannya.

Aku tak sanggup melihat pemandangan ini, aku berjalan menjauhi mereka, aku mencoba untuk tidak meneteskan air mata, aku bergegas naik taksi dan pulang ke aparetement.

“kau kenapa? kau menangis?” tanya kyuhyun setelah aku sampai di apartement, kebetulan dia sedang berada di apartement hye jae oppa.

“ann..aniyo oppa.” suaraku bergetar menahan tangis.

“kau jangan berbohong, hye ra-ah.” kyuhyun mengusap air mataku, lalu tersenyum, senyuman yang menenangkanku.

“aku masuk dulu oppa, aku lelah.” ucapku lalu berlari masuk kamar.

Drtttdrttt! ponselku bergetar. Kulihat nama yang tertera di layar ‘donghae oppa’

“yoboseyo.” ucapku.

“yak ! kenapa kau meninggalkan oppa heh? oppa benar-benar kehilangannmu, kau pulang tidak pamit! oppa hampir saja lapor polisi.” ucapnya marah, maafkan aku oppa.

“mianhae oppa, tadi aku benar-benar pusing, aku ingin istirahat.” ucapku berbohong.

“ne, arrasho, yasudah kau istirahatlah, annyong.” Donghae oppa pun menutup sambungannya, aku menghapus beberapa air mata yang mengalir di pipiku.

........................................

Aku berlari cepat ke arah taman, tepat pukul 1 siang, aku mencari sosok namjha itu.

Namjha yang bersender di bawah pohon besar, dengan earphone di telingannya. Dia masih terlelap, matanya terpejam, wajahnya sangat damai, benar-benar menggodaku.

“oppa, maafkan aku, aku membohongimu kemarin, aku tidak pusing, aku..aku cemburu melihatmu dengan yeojha itu.” ucapku gugup, walaupun aku tau donghae oppa tak akan mendengarnya.

“kau tau oppa? aku menyukaimu sejak pertama bertemu di depan rumah kyuhyun, jantungku berdetak cepat jika dekat denganmu. Tapi aku takut..aku takut mengucapkan perasaanku ini padamu, oppa. Aku akut persahabatan kita selama ini hancur, aku takut kau membenciku, aku tak mau kau pergi, dan aku tak bisa melihat senyumanmu lagi, dan duduk di bawah pohon ek ini denganmu.” Aku menggigit bibir bawahku, agar air mata ini tak menetes.

“saranghae.” ucapku perlahan.

Aish ! Yeojha pabo! kenapa aku tidak bisa menahannya? Jika kau mendengar ini kau akan membenciku oppa? aku belum siap jika kau benar-benar membenciku.

Aku berdiri dari dudukku, melangkah menjauhi donghae oppa yang masih terlelap.
Tiba-tiba ada tangan yang menahan langkahku, dan dia memelukku erat dari belakang. Hangat sangat hangat.

“khajima (jangan pergi)” ucap donghae oppa lembut. Dagunya ada di bahuku, nafasnya menggelitik leherku.

“aku sudah tau perasaanmu, hye ra-ah.”

DEG !

Aku sangat kaget mendengar ucapannya, seketika tubuhku lemas, dan air mata yang selama ini kutahan, menetes juga, apa kau membenciku oppa?

“ja..jadi kau tidak tidur? kau mendengar semuanya, oppa?”

“ne, aku mendengar semuanya. Sudahlah jangan menangis.” donghae oppa menghapus air mata di pipiku, dan melepaskan pelukannya, menatapku lembut seraya mengelus puncak kepalaku, nyaman.

“Aku tidak membencimu, berhentilah menangis.” donghae oppa menaikkan daguku, tersenyum.

“na dho.” ucapnya lembut.

Aku tersenyum, bahagia, sangat bahagia.

.....................................................

Pagi hari di musim semi, donghae oppa mengajakku ke taman biasa, duduk dibawah pohon ek itu, seperti biasa.

“hye ra-ah.” panggilnya, aku menoleh.

“uhm?”

“apa kau mau tau rahasia dai love song?” tanyanya, aku mengangguk, dengan cepat dia melepaskan earphone yang sedari tadi menggantung di lehernya, ke telingaku.

Hening, aku mencoba mendengarnya, namun tak ada alunan musik seperti lagu-lagu biasanya. Aku menatapnya bingung.

“hyak! oppa ! kau membohongiku heh?” ucapku kesal.

“love song hanya terdengar pada jam 1 siang, seorang gadis akan datang padaku, dan bernyanyi untukku, suaranya lembut, menenangkan hatiku, lagunya yang sangat indah, terkadang aku takut untuk bangun, takut alunan musik itu berhenti.” ucapnya.

Aku terdiam sejenak, meresapi kata-katanya. Jadi? Selama ini Love song itu suaraku? suaraku yang selalu bercerita dengannya pada siang hari? Aku menatapnya kaget.

“kau suka lagu itu, chagy?” tanyanya, tangannya menggenggam tanganku lembut.

“Hye Ra-ah saranghaeyo..”

aku tersenyum mendengar ucapannya, membuat hatiku tenang, dan rasa hangat mengalir deras di pembuluh darahku.

“na dho.” jawabku seraya mengecup pelan pipinya.


(epilog)

1 minggu kemudian kakakku Hye Je menikah dengan kakak kyuhyun, Ahra eonni. Aku senang, sangat senang, kyuhyun senang sekali mempunyai adik ipar sepertiku. Kyuhyun juga bertunangan dengan seorang yeojha, Hye Mi, temanku di Jepang, eku tidak tau dari mana dia mengenal hye mi, namun aku senang, hye min gadis baik dan lembut, semoga saja dia bisa sabar menghadapi namjha setan seperti kyuhyun. Donghae oppa juga dengan cepat melamarku, kami menikah 1 bulan kemudian, tidak ada waktu pacaran bagi kami, ya semua ini berjalan begitu cepat. Sampai saat ini, lagu favorit donghae oppa tak pernah berubah, Love song.

END